Minyak Goreng 1.500 Liter Ludes Kurang dari 2 Jam Saat Operasi Pasar Murah KBB

Operasi pasar itu digelar di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Minggu (20/3/2022) dengan disediakan 1.500 liter minyak goreng untuk 750 orang

Disperindag KBB
Sejumlah warga mendatangi Operasi Pasar murah di KBB, Minggu (20/3/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT- Harga minyak goreng kemasan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali mahal setelah pemerintah pusat mencabut harga eceran tertinggi (HET).

Pemda KBB harus menggelar operasi pasar untuk menjual minyak goreng dengan harga lebih murah.

Di KBB, harga minyak goreng kemasan di supermarket menyentuh Rp 50 ribu untuk ukuran dua liter, tetapi masih diburu masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) KBB, Ricky Riyadi, mengatakan operasi pasar murah tersebut menyediakan 1.500 liter minyak goreng kemasan seharga Rp 14 ribu per liter.

"Minyak goreng kemasan itu disediakan Disperindag Jawa Barat bekerja sama dengan Disperindag KBB, minyak itu ludes terjual kurang dari 1,5 jam," ujarnya di Perkantoran Pemda KBB, Senin (21/3/2022).

Baca juga: Viral Video Ton-tonan Cairan Diduga Minyak Goreng Tumpah ke Laut, Ini Hasil Pemeriksaan Polisi

Operasi pasar tersebut digelar di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Minggu (20/3/2022) dengan disediakan 1.500 liter minyak goreng untuk 750 pembeli.

Ricky mengatakan, operasi pasar tersebut dijadwalkan mulai pukul 13.00 WIB, namun warga sudah berdatangan setengah jam sebelumnya.

"Akhirnya transaksi dimulai lebih cepat dari jadwal dan sedianya masing-masing orang hanya mendapat jatah 2 liter," kata Ricky.

Dalam operasi pasar tersebut, kata Ricky, warga yang datangnya sangat membludak sehingga diputuskan tak semua warga mendapat 2 liter tapi hanya 1 liter minyak goreng.

"Kebijakan itu diambil karena tidak akan kebagian semua apabila diterapkan jatah 2 liter. Kasihan sudah datang dan antre tapi enggak kebagian. Makanya jatah dikurangi dari 2 liter menjadi 1 liter," ucapnya.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Kemasan Diprediksi Turun Pekan Depan, kata Mendag

Meski adanya pengurangan jatah pembelian minyak goreng tersebut, ucapnya, warga tidak sampai ada yang protes.

"Alhamdulillah warga tidak protes, mereka mengerti," ujar Ricky.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved