Pengamat Sebut Golkar Akan Diuntungkan Jika Ridwan Kamil Bergabung untuk Pilpres 2024
Guru Besar Ilmu Politik UPI Cecep Darmawan berpendapat, Golkar akan diuntungkan di Pemilu 2024 jika Ridwan Kamil bergabung.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Mega Nugraha
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Guru Besar Ilmu Politik UPI Cecep Darmawan berpendapat, Golkar akan diuntungkan di Pemilu 2024 jika Ridwan Kamil bergabung.
"Tentu, dari sisi politik semakin banyak yang merapat maka akan semakin meningkatkan energi politik tambahan, apalagi Emil memiliki basis elektabilitas dan popularitas yang cukup signifikan di Jabar," katanya saat dihubungi, Minggu (20/3/2022).
Seperti diberitakan, beredar kabar Ridwan Kamil bergabung ke Golkar untuk Pilpres 2024. Namun, di sisi lain, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto juga akan maju di Pilpres 2024.
Dilihat dari segi peluang politik di luar Pilpres 2024, kemungkinan Golkar bisa mengusung Ridwan Kamil untuk maju sebagai calon gubernur Jabar di 2024.
Posisi Emil sebagai petahana sangat diuntungkan. Tak hanya itu, kehadiran Emil sapaan Ridwan Kamil di partai Golkar tentunya memberikan keuntungan tersendiri bagi partai bergambar pohon beringin ini.
Dalam hal kendaraan politik, memang selama ini Emil cukup cerdas dalam memilihnya, khususnya ketika maju di pilwalkot Bandung dan Pilgub Jabar.
Namun, Emil harus paham bahwa penyelenggaraan pilpres dan pilgub pun pada 2024 nanti akan diselenggarakan secara serentak dan bersamaan, sehingga dia harus pandai mengkalkulasi rumus politik yang paling tepat.
Sebab, fenomena politik bagaikan fatamorgana, terkadang seperti mudah dan indah tetapi nyatanya malah sebaliknya.
Emil diminta jangan salah dalam perhitungan politik untuk karir politik ke depan. Saatnya, kata Cecep, Emil menentukan sikap politik mau berlabuh ke partai apa sekarang dan bukan lagi partai dijadikan sekedar kendaraan ketika pilkada.
Selain itu, harus juga dihitung ada rentang sekitar dua tahun menuju 2024 ketika Emil tidak pegang kendali pemerintahan di Jawa Barat.
Artinya, Emil harus dapat menjaga dan mengawal suara-suara konstituen di Jabar agar tidak pindah ke kandidat lain.
"Prediksi saya, Emil masih punya peluang besar untuk dipilih di Pilgub Jabar. Apalagi nanti ada dukungan signifikan dari Golkar dan partai koalisi lainnya. Tapi, politik itu terkadang sulit diprediksi dari awal. Meski tentu nantinya kehadiran Emil akan mendongkrak suara Golkar di pileg, tetapi apakah suara Golkar akan signifikan juga solid mendukung Emil? Itu pertanyaan politik yang harus dijawab dengan kerja kerja politik yang cerdas," katanya.
Dia juga menegaskan dalam konteks jika Emil menjadi kader Golkar, Cecep menyebut akan ada kekuatan lebih yang bisa didapatkan Golkar dengan adanya Ridwan Kamil.
Namun, ketika Golkar telah menentukan Airlangga untuk maju capres, maka secara politik, pendukung Emil diharapkan dapat memilih Airlangga dan juga Golkar.
"Pendukung Emil tentu nantinya melihat sosok Emil. Apakah nanti mereka yang mendukung Emil sama pula mendukung Airlangga atau Golkar? Tidak ada yang pasti dalam politik. Kita lihat saja nanti," katanya.(*)