Right Issue Bank BJB Disambut Antusias Para Investor, Direksi Optimistis Target Tercapai

Perdagangan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue yang dilakukan bank bjb mendapat respons sangat besar dari kalangan investor. 

TRIBUNJABAR.ID/KEMAL SETIA PERMANA
Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi (kedua dari kiri) memimpin jalannya acara Investor Gathering dalam rangka penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue, di kantor bank bjb, Selasa (1/3/2022). 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Kemal Setia Permana

BANDUNG, TRIBUN -  Perdagangan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue yang dilakukan bank bjb yang dimulai Rabu (9/03/2022) mendapat respons sangat besar dari kalangan investor. 

Rabu kemarin yang merupakan hari pertama perdagangan rights issue bank bjb, realisasi serapan investor sangat tinggi di atas 50 persen. Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renakdi, mengatakan bahwa hari pertama perdagangan HMETD minat investor sangat baik. 

"Dari total target yg ditetapkan telah lebih dari 73 persen diserap oleh pemegang saham," ujar Yuddy, Kamis (10/03/2022).

Menurut Yuddy, hal ini tentunya semakin meningkatkan optimisme penyerapan right issue bank bjb yang menargetkan serapan anggaran segar sebesar Rp 924,99 milliar. Hal ini mengingat masa perdagangan masih panjang sampai tanggal 16 Maret 2022.

Baca juga: Catat Laba Rp2,6 Triliun, Bank BJB Optimistis Hadapi Kinerja 2022

Yuddy juga menegaskan bahwa selain right issue, tahun ini pihaknya juga berencana untuk menerbitkan kembali obligasi subordinasi sebanyak banyaknya Rp 1 triliun.

Hal ini diharapkan akan membuat kinerja perseroan akan menjadi semakin stabil dan terus berkembang seiring misi bank bjb menjadi bank papan atas di Indonesia.

Dengan serapan lebih dari 70 persen untuk perdagangan right issue ini,  Yuddy Renaldi, mengatakan, pihaknya optimistis bahwa right issue bank bjb akan terus diminati investor.

Pasalnya, bank berkantor pusat di Jalan Naripan, Kota Bandung, ini mencatat kinerja kinclong  mulai dari laba bersih dan kredit yang meningkat hingga terus ditekannya non performing loan (NPL) bank bjb.Sampai 31 Oktober 2021, laba bersih bank bjb naik 24,8 persen (yoy) menjadi Rp1,6 triliun.

Baca juga: Right Issue Bank bjb Sudah Dimulai, Investor Diajak Manfaatkan Kesempatan

Bank bjb menawarkan sebanyak-banyaknya 682.656.525 Saham Biasa seri B dengan nilai nominal Rp 250 per saham, dan dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp 1.355 per saham.

Jumlah dana yang akan diterima perseroan dari PMHMETD I ini adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp924.999.591.375. HMETD akan dibagikan kepada para pemegang saham Perseroan yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 7 Maret 2022.

Yuddy  menyatakan, dengan kinerja keuangan dan rencana strategis yang dimiliki, pihaknya yakin right issue atau HMETD akan diminati kalangan investor.

“Saya ajak investor dan pemegang saham untuk tak pernah ragu mengambil HMETD. Kami mengajak yang belum, segera memiliki saham BJBR,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved