Right Issue Bank bjb Sudah Dimulai, Investor Diajak Manfaatkan Kesempatan

Right Issue Bank bjb sudah dimulai, investor diajak memanfaatkan kesempatan.

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: taufik ismail
Dok. Bank bjb
Kantor Pusat Bank bjb, Jalan Naripan, Kota Bandung 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bank bjb sudah memulai Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue mulai Rabu (9/03/2022).

Sebelumnya, rangkaian penambahan modal dengan menggunakan skema rights issue sudah  memasuki periode recording date pada Senin (7/3/2022).

Recording date merupakan masa penentuan pemegang rekening yang berhak menerima HMETD di dalam rekening efek. Rangkaian penerbitan saham baru ini memasuki periode perdagangan HMETD pada 9 hingga 16 Maret 2022.

Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi, mengatakan bahwa pihaknya optimistis bahwa right issue bank bjb akan diminati investor mengingat bank berkantor pusat di Jalan Naripan, Kota Bandung, mencatat kinerja kinclong  mulai dari laba bersih dan kredit yang meningkat hingga terus ditekannya non performing loan (NPL) bank bjb.

“Sampai 31 Oktober 2021, laba bersih bank bjb naik 24,8 persen (yoy) menjadi Rp 1,6 triliun,” kata Yuddy belum lama ini. 

Pertumbuhan kredit bank bjb, hingga Oktober juga menunjukkan kemajuan berarti. Total kredit tumbuh 5,9 persen menjadi Rp 94,9 triliun, ditopang kenaikan kredit konsumer sebesar 2,6 persen menjadi Rp 61,1 triliun.

Catatan ciamik bahkan ditorehkan bank bjb melalui laporan Analyst Meeting Selasa (8/03/2022) berkat kolaborasi dan inovasi. Yuddy Renaldi mengatakan kinerja bisnis bank bjb selama tahun 2021 terus tumbuh dan terjaga dengan baik, dari sisi fundamental maupun rentabilitas. Laba kotor bank dengan kode emiten BJBR  tumbuh tercatat sebesar Rp 2,6 triliun.

"Dengan pertumbuhan interest income 21,6 persen yang diikuti oleh pertumbuhan fee based income 36,9 persen yang bersumber dari digital channel bank bjb yang juga tumbuh 42,4 persen year on year dengan pembentukan pencadangan yang lebih solid untuk kemperkuat balance sheet bank bjb" ujar Yuddy.

Yuddy menjelaskan bahwa total asset bank bjb tumbuh positif pada angka 12,4 persen atau sebesar Rp158,4 triliun dan menjadi yang terbesar di antara Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia atau termasuk ke dalam 14 besar di Industri perbankan Nasional.

Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) bank bjb juga meningkat 14,3 persen menjadi sebesar Rp121,6 triliun atau tumbuh di atas rata-rata industri perbankan yang hanya berada di level 12,2 persen (SPI OJK : Desember 2021), dengan biaya dana yang semakin efisien tercermin melalui cost of fund yang jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved