Doa Harian

Jangan Keliru, Inilah Perbedaan Amalan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan Jelang Nisfu Syaban

Selama bulan Syaban ini terdapat amalan yang dianjurkan dan amalan yang tidak dianjurkan, berikut perhatikan perbedaanya

Editor: Hilda Rubiah
Canva via serambinews.com
Jangan Keliru, Inilah Perbedaan Amalan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan Jelang Nisfu Syaban 

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ, فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ, إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ.

“Sesungguhnya Allah muncul di malam pertengahan bulan Syaban dan mengampuni seluruh makhluknya kecuali orang musyrik dan musyahin.”

Selain itu, Allah SAW juga membenci bentuk permusuhan.

Rasulullah SAW juga secara khusus tentang orang yang memiliki permusuhan dengan saudara seagamanya:

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا.

“Pintu-pintu surga dibuka setiap hari Senin dan Kamis dan akan diampuni seluruh hamba kecuali orang yang berbuat syirik kepada Allah, dikecualikan lagi orang yang memiliki permusuhan antara dia dengan saudaranya. Kemudian dikatakan, ‘Tangguhkanlah kedua orang ini sampai keduanya berdamai. Tangguhkanlah kedua orang ini sampai keduanya berdamai. Tangguhkanlah kedua orang ini sampai keduanya berdamai’”

5. Memperbanyak Amalan Lainnya

Meski amalan dinaikkan, bukan berarti pada bulan Syaban ini umat Muslim lalai melaksanakan kewajiban dan hak lainnya dalam beribadah.

umat Muslim tetap dianjurkan melaksanakan amalan sholeh, ketaatan dan amalan kebaikan, di antaranya:

Melaksanakan salat lima waktu dan rawatibnya.

Salat Tahajud dan Witir. salat Dhuha.

Baca Al Quran, khatamkan dan fahami isinya.

Memperbanyak dzikir kepada Allah, baca dzikir pagi dan petang, hafalkan dan fahami artinya!

Memperbanyak sedekah, baik berupa uang maupun makanan.

Membantu dan menolong orang-orang susah, orang-orang yang sakit, orang-orang yang mengalami kesulitan, mendamaikan orang yang bersengketa. Dan amal-amal sholeh lainnya.

Baca juga: Apa itu Bulan Syaban? Jangan Keliru, Hadis-hadis Palsu Amalan Tak Dianjurkan di Malam Nisfu Syaban

Baca juga: Waktu yang Tepat Membayar Fidyah Puasa Ramadhan, Berikut Ketentuan dan Tata Cara Membayar Fidyah

Amalan yang Tidak Dianjurkan

Perlu dicatat sebelumnya, amalan yang tidak dianjurkan dimaksud adalah amalan yang disandarkan dari hadis palsu.

Pada bulan Syaban ini, ada beragam hadis-hadis palsu terutama ketika di Malam Nisfu Syaban.

Berikut ini TribunJabar.id rangkum beberapa hadis palsu dan amalan yang tak dianjurkan, dikutip dari almanhaj.or.id:

Salat 100 Rakaat

Terdapat hadis palsu yang menganjurkan melaksanakan salat seratus rakaat pada Malam Nisfu Syaban.

Hadis tersebut berbunyi:

“Wahai ‘Ali, barangsiapa salat seratus raka’at pada malam Nishfu Sya’ban dengan membaca surah Al-Fatihah sepuluh kali pada setiap raka’at, maka Allah akan memenuhi seluruh kebutuhannya.” Hadits ini maudhu’ (palsu). Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, “Tidak diragukan lagi bahwa hadits ini maudhu’ (palsu).” (Lihat Al-Maudhuu’aat (II/129), cet. Daarul Kutub al-‘Ilmiyyah)

Berpuasa

Sebuah hadis bathil menyebutkan dari ‘Ali bin Abi Thalib  Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, 

“Apabila datang malam Nishfu Sya’ban, maka salatlah pada malam itu dan puasalah di siangnya. Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala pada malam itu turun ke langit dunia sejak terbenamnya matahari, lalu Dia berfirman, ‘Ketahuilah, orang yang meminta ampunan maka akan diampuni, orang yang meminta rizki maka akan diberi rizki, siapa yang sakit maka akan disehatkan, siapa yang begini maka akan begitu… hingga terbit matahari.”

Demikian hadis ini merupakan hadis dusta yang menyebutkan diriwiyatkan Ibnu Majah (no. 1388). 

Pada sanadnya ada Abu Bakrah bin ‘Abdillah bin Muhammad bin Abi Sabrah al-Qurasyi al-‘Amiri al-Madini. Adz-Dzahabi berkata dalam Miizaan, “Didha’ifkan oleh al-Bukhari dan selainnya.

Demikian, Rasulullah SAW tidak mengkhususkan hari tersebut dengan hal-hal itu.

Rasulullah tidak pernah menetapkannya, dan tidak pula para Shahabatnya yang mulia Radhiyallahu anhum.

Imam as-Suyuthi rahimahullah berkata, “Adanya riwayat-riwayat –baik yang marfu’ maupun atsar (yang mauquf)–, ini sebagai dalil bahwa bulan Syaban adalah bulan mulia. Akan tetapi tidak ada dalil tentang amalan salat secara khusus dan untuk menyemarakkannya.

Demikian, itulah beberapa hadis palsu yang tak dianjurkan dikerjakan umat Muslim.

Tentunya ini menjadi perhatian bagi umat Muslim, agar jangan keliru mengerjakan amalan berujung pada madharat dan syirik.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved