Jumat, 10 April 2026

Rusia Serang Ukraina

KABAR MENGEJUTKAN: Tentara Rusia Merusak Kendaraan Sendiri, Menangis, dan Saling Tembak

Para tentara Rusia yang menginvasi Ukraina dikabarkan mengalami kemunduran moral dan banyak dari mereka menyabotase kendaraan sendiri.

Editor: Hermawan Aksan
Kompas.com
Sisa-sisa kendaraan militer Rusia yang hancur bertebaran di jalan di kota Bucha, dekat ibu kota Kiev, Ukraina, Selasa (1/3/2022). 

TRIBUNJABAR.ID - Para tentara Rusia yang menginvasi Ukraina dikabarkan mengalami kemunduran moral dan banyak dari mereka menyabotase kendaraan sendiri.

Demikian dinyatakan seorang pejabat Pentagon, seperti dilansir New York Times.

Terlepas dari kemerosotan moral yang terjadi, para prajurit disebut menderita kekurangan logistik, termasuk makanan dan bahan bakar.

Menurut laporan yang dilansir Hindustan Times pada Rabu (2/3/2022), pejabat tersebut mengatakan bahwa sebagian besar tentara ini adalah pejuang muda tanpa pelatihan yang layak.

Baca juga: Ikut Bela Negara, Petani Ukraina Bakar Sistem Rudal Canggih Tentara Rusia, Harganya Ratusan Miliar

Mereka juga tidak mengharapkan perlawanan keras seperti yang telah dilancarkan pasukan dan masyarakat sipil Ukraina.

Beberapa dari anggota pasukan Rusia ke Ukraina, menurut pejabat AS, bahkan tidak diberi tahu bahwa mereka dikirim untuk berperang.

Para prajurit ini meletakkan senjata mereka tanpa perlawanan, melubangi kendaraan mereka hanya untuk menghindari pertempuran, kata laporan itu.

Penilaian itu kemungkinan dibuat berdasarkan pernyataan tentara Rusia yang ditangkap.

Para pejabat AS mengatakan minimnya pasokan bahan bakar pasukan Rusia ini membuktikan mengapa konvoi 60 km di dekat Kiev, seperti yang terlihat pada gambar satelit, sekarang hampir bergerak merangkak.

Perlambatan juga memberi waktu bagi mereka untuk berkumpul kembali dan merekayasa ulang rencana pertempuran mereka.

Menurut Pentagon, militer Rusia menunjukkan perilaku menghindari risiko sejak peluncuran serangan.

Rekaman suara yang diperoleh perusahaan intelijen Inggris, seperti dilansir Daily Mail, mengungkapkan bahwa tentara Rusia benar-benar kacau.

Baca juga: Pastikan Keamanan WNI di Tengah Invasi di Ukraina, Prabowo Terus Koordinasi dengan Menhan Rusia

Laporan tersebut mengklaim bahwa mereka menolak untuk mematuhi perintah komando pusat untuk menyerang kota-kota Ukraina dan mengeluh tentang kehabisan stok.

Shadowbreak, badan intelijen yang mengklaim telah mencegat pesan-pesan ini, mengatakan sejak awal operasi Kamis lalu (24/2/2022), militer Rusia telah menunjukkan kurangnya dukungan logistik.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved