Narapidana dengan Keterampilan Khusus di Ukraina Dibebaskan untuk Terjun Perang Bantu Hadapi Rusia

Para narapidana dengan keterampilan dan pengalaman tempur tersebut dibebaskan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

AFP PHOTO/GENYA SAVILOV
Seorang veteran perang Ukraina memberikan kursus singkat tentang senjata kepada warga sipil di Kiev yang bersedia bergabung dengan angkatan perang untuk melawan invasi Rusia. Pemerintah telah melarang pria berusia antara 18 hingga 60 tahun meninggalkan negara untuk dijadikan tentara cadangan. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Narapidana dengan keterampilan khusus di Ukrainan dibebaskan demi membantu melawan invasi Rusia.

Para narapidana dengan keterampilan dan pengalaman tempur tersebut dibebaskan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Dalam pidatonya pada Senin (28/2/2022), Zelenskyy mengatakan pengambilan keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah jika dilihat dari sudut pandang moral.

Baca juga: Ukraina Bebaskan Napi Berkemampuan Khusus untuk Bantu Lawan Rusia

Namun saat ini pertahanan negara menjadi tujuan penting yang harus dijalankan. Zelenskyy menyerukan tentara Rusia untuk meletakkan senjata mereka, dan mengklaim setidaknya 4.500 tentara musuh telah dibunuh oleh pasukan Ukraina.

“Tinggalkan peralatanmu. Keluar dari sini. Jangan percaya komandan Anda. Jangan percaya propagandis Anda. Selamatkan saja hidup Anda,” kata Zelenskyy seperti yang dilansir dari situs aljazeera.com, pada Selasa (1/3/2022).

Pemimpin berumur 44 tahun ini juga meminta Uni Eropa untuk segera memberikan nergaranya keanggotaan melalui prosedur khusus baru.

“Tujuan kami adalah untuk bersama dengan semua orang Eropa dan, yang paling penting, berada di pijakan yang sama. Saya yakin itu adil. Saya yakin itu mungkin,” ucapnya.

Selama konferensi pers, Zelenskyy mengucapkan terima kasih kepada pihak Barat yang telah memberikan dukungan dan mengungkapkan rasa optimisnya untuk meraih kemenangan.

Pasukan Ukraina yang mendapat dukungan senjata dari Barat, berhasil memperlambat kemajuan tentara Rusia.

Zelenskyy mengatakan 16 anak meninggal dunia selama empat hari pertama serangan Rusia dan 45 lainnya terluka. Presiden Ukrina ini memuji anak-anak yang gugur dan terluka tersebut dengan memberikan pujian sebagai “Pahlawan Ukraina”.

Baca juga: 13 Penjaga Pulau Ular Ukraina yang Dibombardir Kapal Perang Rusia Ternyata Masih Hidup

Kepala Hak Asasi PBB, Michelle Bachelet mengatakan pada hari Senin kemarin, setidaknya 102 warga sipil, termasuk 7 orang anak-anak, meninggal dunia dan menjadi korban keganasan serangan yang diberikan Rusia.

Namun Bachelet memperingatkan, jumlah sebenarnya mungkin bisa lebih tinggi.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hadapi Rusia, Ukraina Bebaskan Narapidana dengan Keterampilan Khusus untuk Terjun ke Medan Tempur

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved