Minggu, 19 April 2026

Datang ke Rumah Dedi Mulyadi, Tukang Cilor Asal Garut Malah Curhat Motor Rusak Akibat Jalan Butut

Di tengah kesibukannya, belum lama ini Kang Dedi Mulyadi kedatangan seorang tukang aci telor atau cilor di rumahnya

Editor: Ichsan
dok.dedi mulyadi
Datang ke Rumah Dedi Mulyadi, Tukang Cilor Asal Garut Malah Curhat Motor Rusak Akibat Jalan Butut 

TRIBUNJABAR.ID - Di tengah kesibukannya, belum lama ini Kang Dedi Mulyadi kedatangan seorang tukang aci telor atau cilor di rumahnya di Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang.

Pedagang bernama Fahrul Husein (18) itu dari Garut ke Lembur Pakuan menggunakan sepeda motor yang biasa digunakannya untuk berkeliling berjualan cilor.

Saat bertemu, Fahrul langsung meminta tanda tangan Dedi di poster dan jaket putih miliknya. Nantinya poster tersebut akan ditempel di motor.

“Tadi dari Garut Jam 3 subuh, makanya tadi gak keliatan ada lubang. Jadi lampunya coplok (lepas),” ujar Fahrul.

Kondisi jalan berlubang tersebut, kata Fahrul, mulai dirasakan di jalur provinsi selepas Jalan Cagak Subang. “Daerah Cijambe tadi yang bolong parah. Buat pemerintah tolong banyak jalan provinsi yang berlubang,” kata Fahrul.

“Pamarentah jalan omean. Perbaiki jalan, jangan terlalu banyak posting. Nanti kalau terlalu banyak posting, jalan jeleknya diposting sama tukang cilor,” timpal Dedi.

Baca juga: Dijanjikan Jadi PRT, Warga Purwakarta Terlantar di Abu Dhabi, Keluarga Minta Tolong Dedi Mulyadi

Datang ke Rumah Dedi Mulyadi, Tukang Cilor Asal Garut Malah Curhat Motor Rusak Akibat Jalan Butut
Datang ke Rumah Dedi Mulyadi, Tukang Cilor Asal Garut Malah Curhat Motor Rusak Akibat Jalan Butut (dok.dedi mulyadi)

Fahrul mengungkapkan alasannya nekat menemui Dedi karena merasa terinspirasi dengan konten Nurzein. Nurzein adalah salah satu asuhan Dedi Mulyadi yang sejak kecil berhasil merintis usaha kukron atau popcorn.

Bahkan Fahrul pun merasa termotivasi untuk bisa hidup mandiri usai lulus dari SMA.

“Saya terinspirasi sama Nurzein. Dia sudah bisa ngontrak, ah saya juga sudah lulus SMA langsung ngontrak. Di kontrakan bikin cilor sendiri, bikin adonan sambil nonton bapak (Kang Dedi),” kata Fahrul.

Dalam sehari Fahrul biasa membuat cilor dengan modal sekitar Rp 300 ribu. Jika laku semua ia bisa memperoleh untung hingga Rp 120 ribu.

Dedi yang juga Anggota DPR RI itu mengaku senang dengan sosok pemuda seperti Fahrul. Sebab sejak usia muda ia tak malu dan mau bekerja keras untuk mencari nafkah sendiri.

“Saya senang dengan orang seperti ini mau kerja keras. Bayangin jualan cilor datang ke tempat saya sampai coplok lampunya. Keren nih penjual cilor ganteng dari Garut,” kata Dedi.

Sebelum menemui Fahrul, Dedi sempat mengetes kesabarannya. Dedi yang mengetahui kedatangan Fahrul pada pagi hari sengaja baru menemuinya pada siang hari.

Baca juga: Dedi Mulyadi Dampingi Satpol PP Tertibkan Peternakan Ayam Ilegal di Tengah Hutan

“Saya sengaja tadi tes kesabarannya, datang jam 7 pagi baru saya temui jam 11 siang. Tadi sengaja saya diamkan, eh tapi benar dia sabar mau menunggu,” ucapnya.

Kang Dedi Mulyadi menilai pemuda seperti Fahrul kelak akan menemui kesuksesan. Sebab ia sudah bisa mandiri sejak muda dan bertanggung jawab pada hidupnya.

“Jalma nu peurih mah bakal boga peurah. Bagus, hebat dan mandiri. Orang kayak gini bakal maju, punya prinsip pengelolaan yang baik, ada pengorbanan hidup,” ujar Kang Dedi.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved