Jumat, 1 Mei 2026

Dilema Perajin Tempe, Kedelai Lokal Bagus Tapi Sulit Didapat, Kedelai Impor Banyak Tapi Harga Mahal

Pembuat tempe di Cianjur mengaku kedelai lokal lebih bagus namun barangnya sulit dicari, sedangkan kedelai impor banyak tapi harganya mahal.

Tayang:
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/FERRI AMIRIL MUKMININ
Opik (45), pembuat tempe di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur. 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Pembuat tempe di Cianjur tetap bertahan meski bahan baku kedelai sangat sulit didapat.

Hal tersebut satu di antaranya dirasakan oleh Opik (45) seorang pembuat tempe di Perumnas Karangtengah, Jalan Kedondong Blok 5 no 57 RT 01/O5, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.

"Saya jual dari harga Rp 3 ribu sampai dengan Rp 6 ribu," ujar Opik, Minggu (27/2/2022).

Opik bersyukur masih bisa memenuhi kebutuhan lokal sekitar dengan harga tersebut.

Ia mengatakan, masih ada untung meskipun sedikit karena harga kacang kedelai yang naik dan sulit untuk didapat.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cianjur, Agus Mulyana mengatakan, kesulitan bagi para perajin produksi tahu tempe di Cianjur dikarenakan lebih memilih kacang kedelai impor ketimbang lokal.

Menurutnya, yang menjadi pilihan para perajin tahu tempe di Cianjur adalah harga dan kualitas yang tidak jauh beda dengan kacang kedelai impor.

Agus mengatakan, kendala bagi para perajin tahu-tempe pada saat dibutuhkan kacang kedelai lokal namun seringnya kosong barang saat mereka akan membelinya.

"Sebenarnya, kalau pengakuan dari perajin, kacang kedelai lokal itu hasilnya lebih bagus, meski kualitas kacang tak sebagus kacang impor. Cuma posisi barangnya tidak bisa dipastikan selalu ada," ujarnya.

Adapun kondisi saat ini untuk kacang kedelai lokal, lanjut Agus, untuk harganya kisaran Rp 9 ribu per kilogram sedangkan untuk impor kisaran Rp 11 hingga Rp 12 ribu per kilogram.

Baca juga: Gara-gara Harga Kedelai Naik, Yuti Terpaksa Tunda Menikah, Tabungan Resepsi Dipakai Nombok Modal

"Kalau dilihat dari sisi harga tidak begitu jauh beda, mungkin untuk impor lebih mahal karena biaya cukainya. Tapi kendala barang lokal sulit didapatkan perajin," katanya.

Agus juga tidak bisa memastikan berapa banyak kebutuhan kacang kedelai di Cianjur.

"Saya masih harus koordinasi dulu ke semua pasar di Cianjur berapa banyak kebutuhan kacang kedelai untuk Kabupaten Cianjur," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved