Ini Upaya yang Dilakukan Disperindag Kota Bandung untuk Bangkitkan Ekonomi di Masa Pandemi

Peningkatan UMKM dan transaksi perdagangan daring alami peningkatan pesat. Pada 2022 pertumbuhan UMKM mencapai 180 ribu usaha baru.

tribunjabar.id/nazmi abdurahman
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan penjualan digital di Kota Bandung di masa pandemi alami peningkatan pesat yang berdampak positif pada laju pertumbuhan ekonomi dari 2020 sampai akhir 2021.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan laju pertumbuhan ekonomi saat ini berada di angka 3,5 persen.

Peningkatan UMKM dan transaksi perdagangan daring alami peningkatan pesat. Pada 2022 pertumbuhan UMKM mencapai 180 ribu usaha baru. Sedangkan aktivitas transaksi perdagangan dari meningkat 150 persen.

Baca juga: Creative UMKM Talks, Dukungan Telkom Motivasi UMKM Agar Tetap Bertahan di Era Pandemi

"Ada tiga produk dengan angka penjualan tertinggi di e-commerce seperti fesyen, makanan dan minuman, juga produk kesehatan. Faktor ini didorong tingginya daya beli dan pergeseran masyarakat untuk membeli tanpa tatap muka," katanya di Balaikota, Jumat (25/2/2022).

Ada beberapa upaya yang dilakukan Disperindag Kota Bandung dalam meningkatkan dan memfasilitasi pertumbuhan UMKM, seperti menggelar pelatihan daring.

"Kami pada 2021 memberi pelatihan ke 600 pelaku UMKM di Bandung. Tahun ini rencananya akan ada pelatihan secara daring untuk 500 pelaku UMKM," ujarnya.

Upaya kedua ialah adanya pasar kreatif Bandung pada 2021 di 9 pusat perbelanjaan di Bandung. Acara itu menghasilkan omzet mencapai Rp 4,29 miliar. Sedangkan di 2022, Disperindag akan menggelar pasar kreatif Bandung di enam pusat perbelanjaan.

"Kami juga akan adakan Bandung Week Market yang akan menjadikan produk ekspor sebagai orientasi untuk dijual. Acara ini diselenggarakan di Bali. Lalu, kami ada Bandung Hijab Fest 2021 pada April 2021 dan Oktober 2021," katanya.

Baca juga: Pelaku UMKM Asal Bandung Go Digital, Dari Lapak Sederhana Kini Menusantara

"Pada April 2021 mendapat omzet sampai Rp 2,1 miliar. Jumlah ini bertambah menjadi Rp 2,6 miliar di Oktober 2021. Aktivitas e-commerce sangat membantu pelaku UMKM dalam menjual produknya," katanya.

Disperindag juga, lanjut Elly, telah memfasilitasi sertifikasi produk halal dan uji mutu. Ada sebanyak 100 UMKM yang telah menikmati sertifikasi halal dan 79 UMKM yang uji mutu. Terakhir, Elly menyebut pihaknya menggelar bimbingan teknis digitalisasi marketing.

"Pada 2021 bimtek sudah diikuti 600 UMKM dengan menggandeng tiga toko digital, seperti Blibli.com, Shopee, dan Tokopedia," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved