Persib Bandung
Kalah dari Persib Bandung, Pelatih PSM Makassar Ungkap Sejumlah Alasan, Gol Kilat sampai Covid-19
Pelatih PSM Makassar, Joop Gall mengaku kekalahan dari Persib Bandung karena timnya harus mempersiapkan diri dalam kondisi yang sulit.
Penulis: Cipta Permana | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, MAKASSAR - Persib Bandung menaklukkan PSM Makassar 2-0 di laga tunda Liga 1 2021/2022 yang dimainkan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (22/2/2022).
Kemenangan Persib Bandung mengantarkan mereka ke urutan tiga klasemen sementara sedangkan PSM Makassar terdampar di papan bawah.
Pelatih PSM Makassar, Joop Gall mengaku kekalahan dari Persib Bandung karena timnya harus mempersiapkan diri dalam kondisi yang sulit.
Dimana, selain jeda antar pertandingan yang sangat rapat, namun juga beberapa pemain belum mendapatkan penampilan terbaiknya pasca sembuh dari terpapar covid-19.
"Kita mempersiapkan tim dalam kondisi yang sangat sulit, dengan pemain yang ada dan perencanaan yang menurut kami sudah dipersiapkan yang terbaik, kami pun masih harus menunggu hasil akhir dari tes PCR, untuk dapat memastikan pemain mana saja yang bisa dimainkan."
"Apalagi beberapa pemain baru selesai menjalani masa karantina dan belum dapat kembali pada performa terbaiknya untuk bisa bermain selama 90 menit," ujarnya dalam konferensi pers virtual usai pertandingan, Selasa (22/2/2022)
Ia pun menilai, gol cepat yang mampu dihasilkan Persib Bandung dalam pertandingan tadi menjadi semacam pukulan bagi timnya.
Meski dalam kondisi tertinggal, para pemainnya masih mampu menunjukkan semangat juang untuk terus mencoba menciptakan beberapa peluang yang dapat menjadikan gol penyeimbang dalam pertandingan tadi.
Baca juga: Berita PERSIB Pagi, Kalahkan PSM Makassar 2-0, Persib Bandung Harusnya Bisa Cetak Lebih Banyak Gol
Baca juga: Kabar Buruk Bagi Persib, Bek Andalan Tak Bisa Main Saat Maung Lawan Persela Lamongan, Ini Sebabnya
"Meski gol cepat tadi terasa bagaikan pukulan di wajah kami, tapi seperti yang dapat kita lihat, para pemain kami tidak patah semangat untuk terus berjuang menciptakan peluang-peluang untuk mencari gol penyeimbang dalam permainan. Disamping itu kami pun berupaya menahan serangan-serangan mereka agar tidak kemasukan gol kedua," ucapnya.
Joop menuturkan, bahwa beberapa strategi yang telah dipersiapkan sebelum pertandingan digelar, tidak terlalu berjalan sesuai rencana saat dimulainya pertandingan, salah satunya pihaknya mencoba memainkan Wiljan Pluim yang lebih ke sisi sayap, dengan harapan bisa mengeksplorasi serangan ke lini pertahanan lawan.
Akan tetapi, lini tengah yang terus ditekan Persib, membuatnya harus berkali-kali kembali ke tengah untuk membantu gelandang lainnya.
Namun hal ini ternyata cukup mengecoh beberapa pemain Persib yang terus melakukan pengawalan terhadap Wiljan Pluim.
"Pergerakan Wiljan Pluim yang kami tempatkan ke sisi sayap dan terus bergerak ke tengah dan kembali ke sayap, cukup membuat para pemain Persib bingung, sehingga menambah pemain untuk menjaga Pluim," ucapnya.
Menurutnya, secara kualitas pemain dari kedua tim, sebetulnya tidak ada gap yang mencolok untuk mampu menjadikan alasan salah satu tim untuk tampil lebih mendominasi.
Bahkan strategi yang dilakukan Persib Bandung di sepanjang pertandingan tidak terlalu istimewa untuk dapat mengakhiri pertandingan dengan hasil kemenangan.