PROFIL Brigjen Junior Tumilaar, Ditahan Karena Bertindak di Luar Perintah Jenderal Dudung

KSAD Jenderal Dudung Abdulrahman mengatakan, anak buahnya, Brigjen Junior Tumilaar ditahan karena melakukan pekerjaan di luar tugas pokok.

Editor: Mega Nugraha
Capture Video Kompas TV
Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Brigjen Junior Tumilaar. 

TRIBUNJABAR.ID- KSAD Jenderal Dudung Abdulrahman mengatakan, anak buahnya, Brigjen Junior Tumilaar ditahan karena melakukan pekerjaan di luar tugas pokok.

Sebagai tentara, dia melaksanakan tugas sesuai dengan aturan dan perintah atasan yang disertai dengan surat perintah.

"Dia tanpa perintah dan mengatasnamakan Staf Khusus KSAD untuk membela rakyat," kata Jenderal Dudung Abdurachman dikutip dari Tribunnews, Selasa (22/2/2022).

Menurut dia, itu bukan kapasitas dan tugas pokok dari Brigjen Junior Tumilaar.

"Itu bukan kapasitasnya dia sebagai satuan kewilayahan seharusnya Babinsa sampai dengan Kodim yang melakukan kegiatan tersebut dan tentunya koordinasi dengan pemda dan aparat keamanan setempat," kata Jenderal Dudung.

Baca juga: Jenderal Dudung Beberkan Alasan Tahan Brigjen Junior Tumilaar, Tanpa Perintah Mengatasnamakan KSAD

Dia menyebut, Brigjen Junior Tumilaar melakukan kegiatan di luar tugas pokok. Kemudian, atas perbuatannya, Brigjen Junior Tumilaar ditahan.

"Dia melakukan kegiatan di luar Tugas pokoknya. Staf khusus KSAD apabila keluar harus seijin KSAD, tapi dia bertindak mengatasnamakan membela rakyat padahal bukan kewenangan yang bersangkutan," kata Dudung.

Brigjen Junior Tumilaar terungkap ditahan setelah beredar foto surat ditulis tangan oleh Brigjen Junior Tumilaar.

Surat itu ditujukan ke KSAD< Ka Otmilti II, Danpuspom AD dan Ditkum AD. Surat berisi permohonan untuk dievakuasi ke RSPAD dari Rutan Militer Cimanggis Depok karena sakit asam lambung.

"Saya Brigjen TNI Junior Tumilaar SIP.,M.M., (Pati Sus Kasad), bermohon perawatan/evakuasi ke RSPAD. Karena sakit asam lambung tinggi (GERD)," sebagaimana tertulis di alinea kedua surat tersebut dikutip pada Selasa (22/2/2022).

Dia ternyata sudah ditahan sejak 16 Februari. Sakit yang dialami Junior disebutkan dialami sejak Senin 21 Februari.

Dalam suratnya, dia juga meminta maaf atas perbuatan yang dilakukannya.

Baca juga: Ganti Rugi Kelakuan Herry Wirawan Dibebankan ke Negara, Kejati Jabar: Seolah-olah Negara yang Salah

"Saya juga mohon pengampunan karena tanggal 3 April 2022 saya berumur 58 tahun, jadi memasuki usia pensiun," kata Junior

Tembusan surat tersebut ditujukan di antaranya kepada Presiden RI, Wakil Presiden RI, Menteri Pertahanan, Menteri Koordinator Polhukam, Panglima TNI, Kababinkum TNI, dan Orjen TNI.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved