Terlibat Cekcok, Pria di Kuningan Dianiaya Teman Sepermainan dengan Senjata Tajam, Dapat Perawatan

Korban mengalami luka robek di beberapa bagian tubuhnya akibat bacokan senjata tajam.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Seli Andina Miranti
ISTIMEWA
Ilustrasi senjata tajam 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Sebuah keributan hingga menimbulkan korban membuat warga Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan geger.

Korbannya kini terbaring lemas di Rumah Sakit Linggarjati.

Diketahui korban bernama Wawan Setiawan (35) alias Dawong merupakan warga Desa Karangmangu, Kecamatan Kramatmulya. Dawong mengalami luka robek di beberapa bagian tubuhnya akibat bacokan senjata tajam.

Baca juga: TERUNGKAP Mengapa Polisi Amankan Beberapa Warga Desa Wadas dan Mengapa sampai Ada Keributan

"Iya Kang, kalau korban itu warga kami dikenal dengan nama Dawong. Kini korban yang terkena sabetan itu sedang mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Linggajati," ungkap Sekretaris Desa Karangmangu, Enda saat memberikan keterangan kepada Tribuncirebon.com, Senin (21/2/2022).

Mengenai pelaku, kata Enda, sebenarnya pelaku dan korban itu satu sama lain saling mengenal dan mereka sering bermain bersama.

"Iya untuk pelaku dan korban itu saling kenal dan mereka berteman cukup dikenal juga oleh warga sekitar. Namun, entah masalahnya apa hingga terjadi cekcok begitu, korban Dawong kini terluka dan di rawat di RS Linggajati," ujarnya.

Menyinggung soal kejadian, Ulis menjelaskan, kejadian cekcok itu terjadi pada hari Jumat tanggal 18 Februari 2022, sekira jam 19.30 WIB.

"Ya informasinya itu diduga telah terjadi tindak pidana Penganiayaan yang di duga menggunakan sajam yg terjadi di Dusun Puhun Rt/Rw 008/013 Desa Kramatmulya," katanya.

Kejadian itu berlangsung di rumah pelaku, yang diketahui bernama Dedi (45), do Dusun Puhun Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan.

"Informasi kami terima terduga pelaku itu Dedi," katanya.

Adanya keributan hingga melukai warga desanya, Ulis mengaku bahwa pihak pemerintah bersedia melakukan mediasi.

Baca juga: Eks Kapolda Jabar Minta Maaf, Pendemo Tolak Tambang Meninggal Kena Tembak Peluru Tajam Menembus Dada

"Kami yakinkan tidak ada balasan ulang atas kejadian ini, namun pemerintah desa bersedia untuk mediasi dan melerai permalasahan seperti ini, apalagi dalam mediasi nanti melibatkan petugas Babinsa juga," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved