Tip dari Dokter Agar Virus Corona Tak Betah Bertahan di Tubuh, Satu di Antaranya Puasa hingga 20 Jam

Berbagai tip beredar agar cepat sembuh dari paparan Covid-19. Dokter Piprim Basarah Yanuarso dari RSCM pun membagikan trik agar cepat terbebas.

Editor: Giri
Pixabay
ilustrasi virus corona - Berbagai tip beredar agar cepat sembuh dari paparan Covid-19. Dokter Piprim Basarah Yanuarso dari RSCM pun membagikan trik agar cepat terbebas dari paparan virus corona.  

Begitu merasa gejala terkena virus corona seperti demam, batuk, enggak enak badan, ngilu segera tidur karena dengan tidur akan membuat imunitas tubuh jadi siaga.

Selain itu pasien covid saat pertama kali terkena maka jangan terlalu banyak makan. 

"Pada saat pembajakan virus di awal justru harus banyak puasa, agar virusnya tidak dapat makan. Lalu bagaimana kondisi pasien yang sakit? Maka pasien bisa bertahan dari cadangan lemak," ujar dr Piprim dalam rekaman suara yang viral di Whatapp.

Puasa yang baik dilakukan selama 16-20 jam 

2. Setop makan gula

Bagaimana kalau lapar? karena virus ini hanya makan gula untuk berbiak maka konsumsi lauk saja atau protein seperti ikan, ayam, bebek, daging dll tanpa roti, mi, nasi, buah manis dan minuman manis .

Hindari susu, kurma, madu karena di awal makanan ini justru bisa dimakan virus untuk berbiak

Dengan strategi ini virus tidak akan bereplikasi secara menggila maka dalam 2-3 hari.

Lalu  masa penyembuhan itu tiba saat mulai timbul nafsu makan barulah bisa makan banyak tapi tetap mengurangi jumlah karbohidratnya. Lebih banyak protein untuk membentu antibodi.

Setelat hasil swab negatif bisa makan bebas seperti biasa.

Konsumsi karbohidrat baru boleh dilakukan ketika gejala-gejala awal Covid-19 sudah mulai tidak dirasakan lagi oleh pasien.

“Dengan strategi ini, Insya Allah nanti virusnya tidak jadi bereplikasi secara menggila. Nanti dalam 2-3 hari ketika pasca recovery tiba, yaitu pada saat kita mulai timbul nafsu makan dan gejala-gejala itu mulai hilang, barulah kitab oleh makan banyak.

Tapi tentu tetap dikurangi jumlah karbohidratnya, utamakan proteinnya untuk membuat antibodi. Nanti 2 atau 3 minggu setelah swab-nya negatif, boleh makan bebas seperti biasa,” pungkasnya.

Ia menceritakan, ketika dirinya, istri, ibu yang berusia 75 tahun, serta empat orang anaknya tertular Covid, menerapkan teori ini maka saat hari kelima melakukan swab PCR hasilnya negatif

"Saya, istri, ibu berusia 75 tahun, dan 4 anak waktu tertular covid menerapkan teori ini dan hari ke 5 swab ulang negatif," ungkap dia.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved