Senin, 13 April 2026

Kisah Umar Sumarta, Pelukis yang Doakan Muridnya Lewat Lukisan, Muridnya Ternyata Jenderal Dudung

Dari sekian banyak karyanya, lukisan bertema toleransi dengan seorang tentara bintang empat di pundak sedang menaiki kuda, jadi yang paling berkesan

Tribun Jabar/ Nazmi Abdurrahman
Bagi Umar Sumarta, melukis Jendral Dudung Abdurachman dengan bintang empat di pundak adalah doa yang kini menjadi kenyataan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bagi Umar Sumarta, melukis Jenderal Dudung Abdurachman dengan bintang empat di pundak adalah doa yang kini menjadi kenyataan.

Ratusan lukisan di kanvas langsung terlihat begitu memasuki rumah Umar Sumarta (77), di Jalan Sarimadu, Kota Bandung, Sabtu (19/2/2022).

Lukisan-lukisan itu dipajang di dinding. Ada juga instalasi berbagai bentuk dan rupa yang dipamerkan di ruangan bertembok putih.

Seluruhnya adalah karya Umar Sumarta. Di usianya yang sudah tidak muda, Umar masih produktif menghasilkan karya.

Baca juga: Anak Buah Jenderal TNI Dudung Abdurachman di Subang Sentil Pengelola Hotel, Korban Bisa Berjatuhan

Dari sekian banyak karyanya, lukisan bertema toleransi dengan seorang tentara bintang empat di pundak sedang menaiki kuda, menjadi salah satu paling berkesan.

Sekilas, lukisan itu mirip lukisan abstrak biasa. Ketika diperhatikan lebih teliti, ada beberapa detail yang menggambarkan sebuah pola kehidupan.

Dalam lukisannya itu, dia menggambar sosok Dudung Abdurachman, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) berseragam TNI sedang duduk di atas kuda berwarna cokelat.

Dudung tampak dikeliling oleh banyak masyarakat. Di balik lukisan itu juga terlihat beberapa bangunan dari agama yang ada di Indonesia.

"Ini saya gambarkan kita hidup ber-Pancasila dan kita menjunjung toleransi. Kalau dilihat detailnya, ada masjid karena kita mayoritas agama Islam, ada candi Borobudur, gereja, ada Liong untuk Konghucu. Semua agama ada dalam hidup berdampingan," ujar Umar, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (19/2/2022).

Dalam lukisan itu terdapat sosok seorang anak berseragam sekolah putih sedang memberikan koran kepada Dudung yang duduk di kuda. Sosok itu merupakan gambaran Dudung saat masih kecil yang pernah menjadi loper koran.

Baca juga: Akan Bertemu KSAD Dudung Abdurachman, Ini yang Dilakukan Serma Junaedi yang Nyaris Ditembak Perampok

"Detail menjual koran yang paling berkesan buat saya, karena saya bisa menggambarkan sosok Jenderal Dudung umur sebelas tahun. Ini tidak melihat foto, saya gambarkan," katanya.

Umar pun menyisipkan doa dalam lukisannya. Ia sengaja menyertakan empat bintang di baret hijau yang digunakan Dudung dalam lukisan. Hal ini menarik lantaran saat lukisan itu dibuat, Dudung masih menjabat Pangkostrad dengan tiga bintang.

"Itu belum jadi KSAD (saat melukis). Belum bintang empat. Saya bikin sebagai doa. Akhirnya doa saya terkabul menjadi KSAD. Itu doa dari guru ke murid," ucapnya.

Lukisan Jenderal Dudung dibuat Umar atas inisiatif dia sendiri. Dia bangga lantaran salah satu muridnya sukses dalam karir militer.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved