Senin, 13 April 2026

Harga Kacang Kedelai Makin Mencekik, Ukuran Tempe di Ciamis Mulai Mengecil

“Sudah sebulan ini harga kacang kedelai naik terus. Naiknya hampir tiap hari, antara Rp 100, kadang-kadang Rp 200 per hari.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Andri M Dani
Haris (45), perajin tempe dari Sukajadi Sadananya tengah berjualan tempe buatannya di Pasar Subuh Ciamis, Rabu (16/2/2022) sore. Akibat harga kacang kedelai naik, Haris terpaksa memperkecil ukuran tempe buatannya. Ia mengakui siap mogok produksi dan jualan asal kompak. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS- Haris (45), perajin tempe di Dusun Depok/ RT 02/05, Desa Sukajadi Kecamatan Sadananya, Ciamis, sudah sebulan merasakan mencekiknya kenaikan harga kacang kedelai.

Padahal, setiap hari, Haris memproduksi tempe dan menjualnya di Pasar Subuh Ciamis.

“Sudah sebulan ini harga kacang kedelai naik terus. Naiknya hampir tiap hari, antara Rp 100, kadang-kadang Rp 200 per hari. Terakhir seminggu lalu naiknya sampai Rp 500,” ujar Haris kepada Tribun Jabar, Rabu (16/2/2022).

Harga kacang kedelai yang sebulan lalu masih Rp 8.000/kg berangsur naik menjadi Rp 10.500/kg seminggu lalu.

“Kemudian naik jadi Rp 11.000/kg. Sudah seminggu harga kacang kedelai Rp 11.000/kg,” katanya.

Dalam kondisi normal, setiap hari, Haris membutuhkan 70 kg kedelai untuk diolah jadi tempe. Siang dan sore hari tempe buatannya tersebut dijual di Pasar Subuh  Ciamis.

Baca juga: Minyak Goreng Langka, Harga Kedelai Melambung, Pengamat Ekonomi: Kebijakan Pemerintah Terlambat

“Kacang kedelai itu belinya di agen di Ciamis. Kedelai impor. Kalau kedelai kualitas tempenya lebih bagus dari kedelai lokal,” kata Haris.

Menyusul naiknya harga kacang kedelai tersebut, Haris terpaksa mengurangi ukuran tempe buatannya.

“Ukurannya sedikit diperkecil dari biasanya. Sudah dua minggu ini ada penyesuain ukuran tempe. Soal harga masih tetap, ada tempe harga mulai Rp 1.000/buah sampai Rp 5.000/buah, tergantung ukuran. Tapi sekarang ukuran tiap harga tersebut diperkecil,” katanya.

Meski ukuran tempe buatannya diperkecil, belum ada pelanggan yang protes.

Selain memperkecil ukuran tempe, Haris mengurangi pembelian kacang kedelai untuk mengurangi risiko.

“Biasanya tiap hari butuh 70 kg kacang kedelai, sekarang hanya 50 kg/hari. Menyesuaikan modal,” ujar Haris.

Baca juga: Harga Kedelai Naik, Pengrajin Tahu Tempe di Bandung Ancam Mogok Produksi, Ini Respons Pemkot

Menyusul naiknya harga kacang kedelai, Haris mengaku ada ajakan mogok produksi dan jualan tempe dan tahu.

“Kalau memang  kompak,  harus mogok produksi. Saya siap asal kompak,” ujar Haris perajin tempe dari Dusun Depok Desa Sukajadi Sadananya (andri m dani)

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved