Persib Bandung

Robert Bolehkan Pemain Persib Bandung Pilih Mau Main atau Tidak, Ini Alasannya

Ada alasan mengapa Robert Alberts memberikan opsi kepada pemainnya apakah bersedia main atau tidak.

Editor: taufik ismail
persib.co.id
Para pemain Persib Bandung merayakan kemenangan atas Persikabo 1973 di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (29/1/2022) malam. 

TRIBUNJABAR.ID, BALI - Persib Bandung sempat dihantam badai Covid-19 hingga membuat 27 orang dinyatakan positif.

Bahkan pertandingan melawan PSM Makassar terpaksa ditunda karena pemain yang tersisa hanya 13 orang.

Namun satu per satu pemain mulai pulih dari Covid-19.

Hal ini bisa dilihat dari daftar susunan pemain pada saat Persib menghadapi PSS Sleman, Jumat 11 Februari 2022 lalu.

Pada laga yang berakhir 2-1 untuk kemenangan Persib itu, para pemain seperti Nick Kuipers, Mohammed Rashid, Ezra Walian, Erwin Ramdani, Dedi Kusnandar, Febri Hariyadi, Supardi Nasir, Henhen Herdiana, dan Esteban Vizcarra sudah bergabung.

Mereka menyusul Victor Igbonefo, Marc Klok, Bruno Cantanhede, dan David da Silva yang lebih dulu dinyatakan negatif Covid-19 dan sudah diturunkan sejak pertandingan kontra Bhayangkara FC beberapa waktu lalu.

Selain pemain, tim pelatih dan beberapa ofisial pun sudah mulai bergabung.

Termasuk pelatih kepala  Robert Alberts, dan pelatih fisik Yaya Sunarya yang sempat absen saat Persib menghadapi Bhayangkara FC.

Sembuhnya beberapa pemain pilar tentu menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi Persib Bandung.

Terlebih Persib Bandung berada di jalur juara dan akan menghadapi jadwal yang sangat padat di sisa kompetisi.

Robert mengatakan sembuhnya beberapa pemain yang terpapar Covid-19 tidak serta merta bisa langsung menurunkannya di pertandingan.

Sebab dia harus memastikan kondisi masing-masing pemain baik fisik maupun mental.

"Kami mencoba untuk memberi pemain opsi apakah bersedia main atau tidak. Jika merasa sehat maka mereka bisa main. Kami juga mempersiapkan pemain untuk laga berikutnya," ujar Robert dalam sesi jumpa pers virtual setelah pertandingan kontra PSS.

Mantan arsitek tim PSM dan Arema Indonesia tidak mau langsung memberikan tekanan kepada para pemain untuk bisa tampil bagus setelah dinyatakan pulih. Dia paham bahwa menjalani karantina merupakan sesuatu yang sangat berat.

Oleh karena itu dia akan memberikan waktu untuk pemain menjalani pemulihan. Dia berharap, para pemain ini bisa kembali ke bentuk permainan terbaiknya dengan waktu yang relatif cukup singkat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved