Anggota DPRD Sumedang Berinisial Rm dan Ayahnya Ditahan Polisi, Begini Kata Kapolres Sumedang

Satreskrim Polres Sumedang menangkap anggota DPRD Sumedang berinisial Rm dan ayahnya, Su, Kepala Desa Cilengkrang Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang. 

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Mega Nugraha
TRIBUNJABAR.ID/KIKI ANDRIANA
Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana.

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Satreskrim Polres Sumedang menahan anggota DPRD Sumedang berinisial Rm dan ayahnya, Su, Kepala Desa Cilengkrang Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang. 

Keduanya langsung ditahan di Mapolres Sumedang pada Minggu (6/2/2022). RM sendiri adalah anggota DPRD dari partai Golongan Karya (Golkar). 

Keduanya diduga pelaku penganiayaan pada warga 8 bulan lalu, di sekitar Desa Cilengkrang, Kecamatan Wado. Penganiayaan itu merupakan buntut dari kecelakaan lalu lintas di jalan Wado-Malangbong. 

Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto membenarkan penahanan kedua orang tersebut. 

"Betul keduanya telah ditahan di Mapolres Sumedang," kata AKBP Eko Prasetyo Robbyanto kepada TribunJabar.id melalui pesan singkat, Minggu malam. 

Baca juga: Kasus Dugaan Anggota DPRD Sumedang Sekap Anak, Kuasa Hukum Minta Polisi Tidak Gegabah

Kapolres Sumedang tidak banyak menjelaskan langkah penahanan terhadap kedua tersangka itu. 

Namun, menurut informasi yang dihimpun, langkah penahanan ini adalah proses yang berjalan cepat setelah penetapan tersangka.

"Kedua tersangka dijerat pasal tentang penganiayaan dan Undang-undang perlindungan anak," kata Kapolres. 

Sebelumnya, kuasa hukum RM dan SU, Andi Suryadin mengimbau polisi jangan gegabah di dalam penetapan tersangka terhadap kliennya. 

Andi juga melayangkan gugatan praperadilan kepada Polres Sumedang karena menemukan kejanggalan dalam penetapan tersangka itu. 

Tak hanya itu, Andi mengklaim telah meminta perlindungan kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Menkopolhukam). 

Namun, belum berselang lama dari tanggapan kuasa hukum itu, Polisi telah mengambil langkah lanjutan, yakni menahan kedua tersangka.

Peristiwa penganiayaan dan penyekapan sendiri terjadi pada Jumat (9/7/2021) sekira pukul 23.30 WIB di halaman dan bangunan Kantor Desa Cilengkrang.

Pada Kamis (27/1/2022) Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengumumkan bahwa kedua orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka pelaku penganiayaan

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved