Pemkot Bandung

Pemkot Bandung Terus Kawal Pemulihan Ekonomi, Harga Minyak Goreng Jadi Perhatian

Kami tekankan akselerasi penurunan harga minyak goreng di sejumlah pasar di Kota Bandung menyusul kebijakan pusat soal domestic market obligation

Tribun Jabar/Dian Herdiansyah
Pedagang minyak goreng di Pasar Gudang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, tidak setuju dengan rencana penurunan harga yang akan berlaku pada 1 Februari 2022. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Satgas pemulihan ekonomi Kota Bandung telah melakukan rapat koordinasi guna mengakselerasi perbaikan indikator-indikator ekonomi di masa pemulihan ekonomi.

Asisten Daerah bidang perekonomian dan pembangunan Kota Bandung, Erick MA, menyatakan Pemkot Bandung terus mengawal pemulihan ekonomi melalui program dan kegiatan masing-masing OPD di bidang perekonomian.

Pada triwulan 1, katanya, kegiatan diarahkan menjaga kestabilan harga komoditas, terutama kebutuhan pokok dengan terus berkoordinasi dengan provinsi maupun pusat.

"Kami tekankan akselerasi penurunan harga minyak goreng di sejumlah pasar di Kota Bandung terkait adanya kebijakan pusat tentang domestic market obligation (DMO) dan perubahan harga eceran tertinggi (HET)," katanya, Selasa (1/2/2022).

Tak hanya itu, lanjutnya, hal yang menjadi perhatian ialah sinkronisasi program dan kegiatan yang memperkuat penyerapan tenaga kerja, mendorong aktivitas usaha lama yang sempat terhenti, usaha yang beroperasi namun belum optimal, dan memperkuat SDM untuk pengembangan usaha mandiri skala mikro di Bandung.

Baca juga: Seiring Pemulihan Ekonomi, Ini Target Jumlah Wisatawan yang Diharapkan Datang ke Jabar Selama 2022

"Kami dorong agar promosi dan pengembangan investasi usaha terus dikembangkan dengan basis investasi skala mikro dan PMDN melalui peran kolaborasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung bersama Dinas Koperasi dan UMKM, serta Disbudpar dengan pengembangan usaha ekonomi kreatif," ujarnya.

Kepala Disbudpar Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari, menyampaikan langkah-langkah kalender even pariwisata di Bandung pada 2022 dan upaya percepatan pengembangan kelurahan-kelurahan yang punya potensi wisata.

Disbudpar juga berusaha memperkuat kolaborasi UMKM di Bandung khususnya usaha-usaha kreatif dengan sejumlah usaha hotel dan restoran.

"Kami fokus pengembangan kawasan ekonomi kreatif, budaya, dan pariwisata di Braga dan Alun-alun," katanya.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kota Bandung: Kasus Naik Lagi, Sehari Tambah Ratusan Orang, Ini Kecamatan Terbanyak

Pengamat ekonomi, Acuviarta Kartabi pun menilai optimisme pemulihan ekonomi yang digaungkan Pemkot Bandung sangat baik guna optimalisasi mitigasi risiko pandemi Covid-19.

Dia menekankan upaya percepatan aktivitas di sektor perdagangan dan industri karena kontribusinya sangatlah besar pada perekonomian Kota Bandung, termasuk dukungan anggaran bagi OPD yang ada di lingkup ekonomi dan pembangunan di Bandung.

"Dari sisi kelembagaan, Satgas pemulihan ekonomi, saya yang juga Wakil Ketua Pokja memfasilitasi pembiayaan keuangan dan relasi ekonomi menekankan pentingnya komunikasi dunia usaha dan sektor jasa keuangan untuk terus didorong."

"Termasuk diseminasi program restrukturisasi, penguatan peran percepatan dan perluasan digitalisasi, serta percepatan akses keuangan daerah," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved