Ada Massa Bayaran di Demo GMBI di Mapolda Jabar yang Berakhir Rusuh

Kata Kapolres, mereka dibayar antara Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per orang. Namun, terkait tujuan demo, Kapolres mengatakan masyarakat yang dibayar itu

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Ravianto
Ratusan anggota Ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) saat dikumpulkan di halaman Mapolres Sumedang, Jumat (28/1/2022). (Dok. Humas Polres Sumedang) 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kepolisian Resor Sumedang mendeteksi puluhan orang yang dibayar oleh ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), untuk ikut demo berujung rusuh di Mapolda Jabar, Kamis (27/1/2022) lalu.

Fakta ini terungkap saat Polisi melakukan pembinaan kepada anggota GMBI yang tertangkap dan dilimpahkan ke Mapolres Sumedang

"Dari hasil pengecekan identitas  yang dilakukan oleh Polres Sumedang, dari anggota ormas berjumlah 135 orang ternyata ada masyarakat di luar ormas sebanyak 33 orang yang ikut unjuk rasa dan menerima bayaran," kata Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto di Sumedang, Senin (31/1/2022). 

Kata Kapolres, mereka dibayar antara Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per orang. Namun, terkait tujuan demo, Kapolres mengatakan masyarakat yang dibayar itu tidak tahu.

Demo ormas GMBI yang berlangsung di Mapolda Jabar, Kamis  (27/01/22 ), berlangsung ricuh. Massa merusak bangunan Polda Jabar. Dalam tuntutannya, mereka menuntut polisi mengusut kasus yang menewaskan anggota GMBI di Karawang. 

Di Sumedang, semua anggota GMBI itu dipulangkan.

Namun, sebelum dipulangkan, mereka diberi arahan untuk bisa hidup berguna. 

Di antara hidup berguna adalah memberi laporan segera kepada polisi jika terjadi penyalahgunaan narkoba di sekitar mereka.

Bukan hanya narkoba, Polisi juga menekankan soal kriminalitas. 

"Perlu saya sampaikan, Polres Sumedang akan menindak tegas dan tidak akan pandang bulu siapapun ormasnya yang mengganggu kamtibmas dan yang meresahkan masyarakat sesuai dengan aturan," katanya. 

Selain wejangan itu, para anggota GMBI juga diwajibkan untuk melakukan apel di Mapolres Sumedang

Apel dilakukan dua kali dalam seminggu. Apel ditujukan agar para anggota ormas ini terpantau aktivitasnya. 

"Apel dilaksanakan setiap Senin dan Kamis di Mapolres Sumedang," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved