Persib Bandung
Bos Persib dan Bos PT LIB Kompak ''Geleng Kepala'' Soal Kabar Seri Kelima Liga 1 Pindah dari Bali
Beredar kabar bahwa seri kelima Liga 1 2021/2022 yang sedianya masih digelar di Pulau Bali akan dipindahkan. Begini komentar bos Persib Bandung
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Beredar kabar bahwa seri kelima Liga 1 2021/2022 yang sedianya masih digelar di Pulau Bali akan dipindahkan.
Alasannya, status Pulau Bali sebagai destinasi wisata populer dunia membuat banyak pemain yang keluar dari sistem buble.
Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta disebut-sebut bakal menjadi tempat bergulirnya kompetisi paling bergengsi di Tanah Air tersebut.
Sebelumnya, Jawa Tengah dan Yogyakarta merupakan tempat menggelar seri kedua dan seri ketiga yang cukup sukses.
Kabar pemindahan venue untuk seri kelima Liga 1 2021/2022 belum diketahui petinggi Persib Bandung.
"Ke Jateng? malah belum denger, saya tahunya di seri empat dan lima tetap di Bali," ujar Direktur Persib Bandung, Teddy Tjahjono, kepada awak media di Graha Persib, Selasa (25/1/2022).
Baca juga: Persib Tetap Targetkan Juara Liga 1, Robert: Pemain Termotivasi untuk Mewujudkannya
Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, akhirnya buka suara terkait isu ini. Pria yang akrab disapa Lulu itu membantah bahwa seri kelima bakal dipindahkan dari Bali.
Dia mengakakan PT LIB masih akan fokus untuk menggelar seri keempat dan kelima di Bali sebaik mungkin.
"Belum ada arahan ke sana, kami masih mencoba memperbaiki semuanya di Bali. Tidak ada rencana perubahan,” ujar Akhmad Hadian Lukita dikutip dari laman Tribunnews, Rabu (26/1/2022).
Lukita pun menanyakan asal muasal kabar pemindahan venue pertandingan seri kelima Liga 1 2021/2022.
“Datangnya dari mana kabar itu saya juga tidak tahu. Bukan dari kami, saya tidak pernah buat statement itu,” kata Akhmad Hadian Lukita.
Dipilihnya Bali untuk menjadi tempat diselenggarakannya seri keempat dan kelima sempat menjadi polemik. Banyak pihak menilai, Bali belum siap menggelar Liga 1 karena keterbatasan fasilitas.
Mulai dari stadion, tempat latihan, hingga infrastruktur pendukung dinilai seperti dipaksakan. Di media sosial pun, sempat beredar video tentang kondisi ruang ganti Stadion Ngurah Rai yang begitu sempit.
Tayangan di televisi, pun terlihat fasilitas tidak memadai. Hasil rekaman kamera yang mengarah ke lapangan tidak enak dipandang sehingga beberapa orang mengaku pusing menyaksikannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/teddy-tjahjono-beri-penjelasan.jpg)