Rabu, 15 April 2026

Anak Jalanan di Bandung Barat Mulai Disisir, Mereka Akan Disuntik

Nurul Rasyihan mengatakan anak jalanan akan divaksin Covid-19 agar target 100 persen tercapai.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Fauzi Noviandi
Ilustrasi anak jalanan didata. Foto diambil di Sukabumi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Dinas Kesehatan  Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai menyisir anak jalanan agar mereka bisa menjalani vaksinasi Covid-19 karena hingga saat ini mereka belum ada yang divaksin.

Nantinya mereka akan masuk pada sasaran vaksinasi anak usia 6-11 tahun yang saat ini sudah mencapai 85 persen.

Dengan cara seperti itu, capaian vaksinasi anak bisa cepat mencapai 100 persen.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan KBB, Nurul Rasyihan, mengatakan, untuk menyisir anak jalanan tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) KBB.

"Kami berkoordinasi dengan Dinsos untuk mendata jumlah anak jalanan yang juga masuk ke dalam kategori sasaran vaksinasi," ujar Nurul di kantornya, Senin (24/1/2022).

Untuk mengadakan vaksinasi bagi anak jalanan tersebut, pihaknya memang harus melakukan pendataan terlebih dahulu karena mereka tidak sekolah dan tidak terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Dinas Pendidikan.

"Jadi kami harus menyisir anak jalanan agar mereka masuk sasaran vaksinasi karena mereka enggak sekolah seperti anak usia 6-11 tahun yang lain," katanya.

Menurutnya, belum adanya anak jalanan yang masuk daftar sasaran vaksinasi tersebut, membuat capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun untuk mencapai 100 persen menjadi terkenda.

"Memang untuk mencapai 100 persen itu ada kendala karena ada 15 persen lagi atau sekitar 20 ribu anak yang tidak terdaftar di Dapodik dan Kemenag yang di pesantren atau madrasah, termasuk yang home schooling, sekarang sudah 154.008 anak yang divaksin," ucap Nurul.  

Sementara untuk anak yang sudah divaksinasi Covid-19 dosis ke 2, kata Nurul, jumlahnya baru 2,5 persen atau sekitar 4.500 anak, sehingga pihaknya harus terus menggenjot capaian vaksinasi ini.

"Nanti bertahap untuk yang dosis 2. Kalau anak kan belum boleh mendapat booster," katanya.

Untuk saat ini, pihaknya juga berkoordinasi dengan Puskesmas dan perangkat desa untuk menyisir sasaran vaksinasi yang tak terdata di Dinas Pendidikan, Kemenag, hingga Dinas Sosial tersebut.

"Kami sudah koordinasi dengan Puskesmas, kemudian Puskesmas ke tingkat desa untuk menyisir anak-anak itu. Jadi butuh upaya yang lebih keras untuk mendata," ujar Nurul.

Baca juga: Curugkembar Sukabumi Susah Sinyal dan Jalan Terjal, tapi Vaksinasi Anak 100 Persen, Nakes Dipuji

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved