Jumat, 10 April 2026

Fakta Baru Tragedi Lingkaran Setan Pramuka SMAN 1 Ciamis, Ada 8 Senior Terlibat, Korbannya 18 Junior

Ternyata ada delapan senior yang terlibat dalam tragedi lingkaran setan pramuka SMAN 1 Ciamis.

Penulis: Andri M Dani | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Andri M Dani
Kasi Humas Polres Ciamis Iptu Magdalena saat diwawancara Senin (17/1/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Delapan orang senior diduga terlibat dalam dugaan penganiayaan pada kegiatan mirip perpeloncoan di ekstrakurikuler (ekskul) kepramukaan SMAN 1 Ciamis.

Dalam peristiwa yang kemudian dikenal dengan nama lingkaran setan ini tiga orang peserta mengalami lebam-lebam dan terpaksa ditangani rumah sakit.

"Dari pemeriksaan saksi-saksi, pada  kejadian tersebut ada keterlibatan senior. Mereka tidak hanya kakak kelas (kelas XI atau kelas XII), tetapi juga ada alumni,” ujar Kasi Humas Polres Ciamis Iptu Magdalena kepada Tribun, Senin (17/1/2022).

Menurut Magdalena, pihak Polres Ciamis sudah menangani kasus dugaan penganiayaan pada kegiatan ekskul kepramukaan SMAN 1 Ciamis , Sabtu (8/1/2022) lalu.

Sampai Senin ini sudah ada 6 orang saksi yang dimintai keterangan di Unit PPA Polres Ciamis. Di antaranya dua orang saksi korban.

“Seorang korban belum bisa dimintai keterangan karena masih sakit,”  katanya.

Saksi lainnya yang sudah dimintai keterangan adalah tiga orang tua korban.

“Hari ini yang dimintai ketarangan adalah saksi di lokasi kejadian. Jadi saksi yang sudah dimintai keterangan sampai hari  ini sebanyak 6 orang. Dua orang korban, 3 orang tua dan seorang saksi dari lokasi kejadian ,” ujar Iptu Magdalena.

Jumat (14/1/2022) lalu, petugas penyidik Polres Ciamis telah mendatangi lokasi, berupa sebuah rumah di Dusun Sarayuda, Desa Kertaharja, Cijeungjing. Rumah tersebut jarang ditempati.

Dari rumah tersebut menurut Iptu Magdalena, petugas telah mengamankan sebuah termos dan satu buah speaker MP3 sebagai barang bukti.

“Speaker MP3 tersebut digunakan untuk memutar musik ketika terjadinya aksi kekerasan yang menyebabkan sejumlah siswa lebam-lebam,” katanya.

Dalam pendalaman kasus katanya diketahui jumlah korban yang mengalami lebam-lebam ada sebanyak 18 orang.

Semuanya siswa kelas X yang mengikuti kegiatan lanjutan pemilihan pimpinan sangga Penegas.

Cara pemilihan ketua sanggga Panegas tersebut cukup unik dengan adat  yang kemudian disebut Lingkaran Setan.

Untuk pemilhan pimpinan sangga, ke-18 orang siswa anggota baru sangga panegas yang juga pasukan tongkat tersebut saat berada di dalam rumah kosong di Kampung Sarayuda tersebut membentuk lingkaran kemudian saling tempeleng dan saling pukul.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved