Senin, 18 Mei 2026

Baru Diresmikan Bupati Karawang, Jembatan KW 6 Bernilai Rp 10 Miliar Amblas

Jembatan yang dibangun memakai dana Rp 10 miliar itu belum satu bulan diresmikan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.

Tayang:
Tribun Jabar
Kondisi Jembatan KW 6 penghubung Karangpawitan-Kepuh, Kecamatan Karawang Barat, Karawang, Jawa Barat, yang ambles, Minggu (16/1/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG- Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, prihatin atas amblasnya Jembatan KW 6 di Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Sabtu (15/1/2022).

Jembatan yang dibangun memakai dana Rp 10 miliar itu belum satu bulan diresmikan Cellica Nurrachadiana.

Kadis PUPR Karawang, Dedi Ahdiyat, mengatakan jembatan KW 6 dibangun melalui dua tahap, masing-masing Rp 8 miliar dan Rp 2 miliar.

Pengamat pemerintahan, Asep Agustian, heran kontruksi jembatan itu bisa amblas, padahal pengerjaan jembatan itu baru selesai pada akhir tahun 2021.

"Padahal jembatan ini baru selesai malah baru diresmikan Bupati Cellica, kok langsung rusak. Berarti laporan ke bupati bohong dong kalau pekerjaan ini sudah selesai sesuai perencanaan," kata Asep, Minggu (16/1/2022).

Baca juga: Baru Sebulan Diresmikan Bupati, Jembatan KW6 di Karawang Ambles, Dibangun Asal-asalan!

Ketua Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) Karawang itu meminta Pemkab Karawang menindak tegas pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang dan kontraktor pelaksana yang bekerja asal-asalan.

"Ini jelas-jelas membahayakan masyarakat karena kerusakannya parah. Beton penyangga dan coran dalam kondisi amblas gitu," ujarnya.

Menurut Asep Agustian, pembangunan jembatan KW6 itu asal-asalan dan tidak mengutamakan kualitas kontruksi hingga cepat rusak.

Padahal jembatan dengan lebar 7 meter dan panjang 43,50 meter itu menjadi penghubung Kecamatan Rawamerta dengan Kecamatan Karawang Barat.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana kepada Tribun Jabar di Kantor Pemkab Karawang, Jumat (30/7/2021).
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana kepada Tribun Jabar di Kantor Pemkab Karawang, Jumat (30/7/2021). (Tribun Jabar/ Cikwan Suwandi)

Moblitas masyarakat sangat tinggi melintasi jembatan tersebut.

"Saya sudah melihat langsung kerusakan jembatan itu dan sangat berbahaya sekali untuk masyarakat pengguna jalan. Itu kontruksinya sudah tidak benar jika segera ditangani bakal meluas kerusakkannya" katanya.

Asep juga meminta APH (aparat penegak hukum) turun tangan menangani kasus kerusakan jembatan ini.

Dia yakin jika APH turun pasti menemukan pelanggaran.

Baca juga: Jembatan Gantung Buatan JQR Hubungkan Dua Kecamatan di Ciamis, Bantu Akses Ekonomi hingga Pendidikan

"Pertanyaannya mau tidak APH turun ke lapangan. Kalau untuk Dinas PUPR saya tidak yakin mereka turun?" katanya.

Sementara ketika dihubungi melalui telepon, Kepala Dinas PUPR Karawang Dedi Achdiat tidak aktif.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved