Sabtu, 25 April 2026

UPDATE Gempa Banten, Ada 10 Aktivitas Gempa Susulan, Berikut Penjelasan BMKG

BMKG mencatat adanya 10 (sepuluh) aktivitas gempabumi susulan ( aftershock), dengan magnitudo terbesar M5,7.

Penulis: Siti Fatimah | Editor: Siti Fatimah
ist/tribunnews
Atap rumah warga Pandeglang Banten roboh akibat gempa berkekuataan M 6,7 yang melanda wilayah itu pada Jumat (14/1/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pada hari Jumat, 14 Januari 2022 pukul 16.05.41 WIB wilayah Selatan Banten diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,6.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,21° LS ; 105,05° BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 km arah Barat Daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten pada kedalaman 40 km.

Berikut update gempa Banten dikutip dari keterangan resmi BMKG.

Baca juga: Foto-foto Rumah Rusak Akibat Gempa Banten, Sampai Petang Tadi Sudah 5 Kali Gempa Susulan

Jenis dan Mekanisme Gempabumi:

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktifitas subduksi.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault). 

Dampak Gempabumi:

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Cikeusik dan Panimbang dengan skala intensitas VI MMI ( Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, dan terjadi kerusakan ringan pada bangunan ), Labuan dan Sumur dengan skala intensitas IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Tangerang Selatan, Lembang, Kota bogor, Pelabuhan Ratu, Kalianda, bandar Lampung dengan skala intensitas III – IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Anyer dengan skala intensitas III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah).

Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Jakarta, Kota Tangerang, Ciracas, Bekasi, Kota Bandung, Kab.Bogor, Kotabumi dengan skala intensitas II - III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Hingga saat ini sudah ada laporan dampak kerusakan di Kec. Munjul, Kec. Sumur dan Kec. Cimanggu, Kab. Pandeglang yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

Baca juga: Video Gempa Banten Goyang Jakarta, Menteri Erick Thohir Turun dari Lantai 19, Semua Karyawan Panik

Sejarah Gempabumi Merusak

• 4 Mei 1851: Di Teluk Betung dan Selat Sunda pasca gempa kuat   teramati tsunami setinggi 1,5 m.
• 9 Januari 1852. terjadi gempa kuat selanjutnya terjadi tsunami kecil.
• 27 Agustus 1883 – Terjadi tsunami dahsyat di atas 30meter akibat erupsi Krakatau
• 23 Februari 1903 terjadi gempa M7,9 berpusat di selatan Selat Sunda yang merusak di Banten
• 26 Maret 1928 terjadi tsunami kecil yang teramati Selat Sunda pasca gempa kuat.
• 22 April 1958. terjadi gempa kuat di Selat Sunda diiringi dengan kenaikan permukaan air laut/tsunami.
• 22 Desember 2018. Selat Sunda dilanda tsunami akibat longsoran Gunung Anak Krakatau
• 2 Agustus 2019 terjadi gempa M7,4 yang merusak di Banten dan berpotensi tsunami.

Gempabumi Susulan:

Hingga hari Jumat, 14 Januari 2022 pukul 18.40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 10 (sepuluh) aktivitas gempabumi susulan ( aftershock), dengan magnitudo terbesar M5,7.

Baca juga: Catat Dua Gempa Susulan, BMKG Sebut Gempa Banten Akibat Aktivitas Subduksi Pada Kedalaman 40 Km

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved