Breaking News:

Puncak Musim Hujan Januari, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Bandung Raya dan Jabar

Dampak yang ditimbulkan oleh La Nina di wilayah Jawa Barat pada umumnya adalah mengubah pola curah hujan secara volume dan temporal.

Dok. Warga
Foto ilustrasi: Angin puting beliung melanda Desa Cipedang, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, Rabu (13/1/2022). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan fenomena La Nina akan mencapai puncaknya pada Desember 2021 dan Januari 2022.

Hal ini berdampak pada peningkatan curah hujan di Jawa Barat antara 20 hingga 40 persen, yang dapat memicu bencana hidrometeorologis.

"Dampak La Nina sudah mulai dirasakan sejak bulan November 2021 dan puncaknya akan terjadi pada periode Desember 2021 hingga Januari 2022," kata Teguh melalui ponsel, Jumat (14/1/2022).

Dampak yang ditimbulkan oleh La Nina di wilayah Jawa Barat pada umumnya adalah mengubah pola curah hujan secara volume dan temporal.

Berdasarkan data empiris yang dimiliki oleh BMKG sejauh ini, katanya, La Nina dapat meningkatkan curah hujan di wilayah Jawa Barat pada umumnya antara 20 hingga 40 persen.

"Kondisi sifat hujan seperti demikian akan memicu peningkatan potensi kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Barat dan Bandung Raya," katanya.

Ia memperjelas bahwa potensi bencana yang mungkin terjadi adalah banjir atau banjir bandang dan tanah longsor.

Namun tidak tertutup kemungkinan terjadi juga angin kencang atau angin puting beliung serta hujan es.

Seluruh wilayah di Jawa Barat, katanya, akan terdampak oleh kejadian La Nina dengan tingkat korelasi sebesar 0,7.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved