Breaking News:

Polresta Cirebon Catat Peredaran Narkoba Pakai Modus Tempel, COD, dan Adu Bagong, Terbanyak di Sini

Polresta Cirebon mencatat pengungkapan kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba terdapat beberapa modus di antaranya sistem tempel, COD

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNCIREBON.COM/AHMAD IMAM BAEHAQI
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, besera jajarannya saat menunjukkan sejumlah barang bukti dalam konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (14/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Polresta Cirebon mencatat pengungkapan kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba paling banyak ditemukan di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Kasat Narkoba Polresta Cirebon, Kompol Danu Raditya Atmaja, mengatakan, sebanyak empat kasus narkoba diungkap jajarannya di wilayah Kecamatan Sumber dalam empat bulan terakhir.

"Ada 13 kasus yang diungkap dari Oktober 2021 - awal Januari 2022, dan empat kasus TKP-nya di Kecamatan Sumber," ujar Danu Raditya Atmaja saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (14/1/2022).

Ia mengatakan, kecamatan lainnya yang menjadi TKP pengungkapan kasus narkoba ialah Plumbon, Talun, Palimanan, Ciledug, Gunungjati, Susukan, Gebang, Depok, Arjawinangun, Weru, Gegesik, dan Dukupuntang.

Selain itu, menurut dia, terdapat beberapa modus yang kerap digunakan para tersangka saat bertransaksi barang haram tersebut.

Di antaranya, sistem tempel yakni membungkus narkoba menggunakan selotip kemudian menempelkannya di tempat tertentu, COD, hingga adu bagong.

"Mereka menggunakan modus lama dalam mengedarkan narkoba di wilayah hukum Polresta Cirebon," kata Danu Raditya Atmaja.

Danu menyampaikan, sebanyak 17 tersangka berhasil diamankan dari pengungkapan 13 kasus selama kurun waktu tersebut.

Sementara barang bukti yang diamankan di antaranya, 16,69 gram sabu-sabu, 98,02 gram ganja, dan 13.369 butir obat keras dari mulai Dextro, Trihexiphenidyl, serta Tramadol.

Selain itu, barang bukti lain yang turut diamankan dari mulai ponsel, uang tunai, bong, timbangan elektrik, korek api, tas selempang, dan lainnya.

"Kami tidak akan berhenti memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Cirebon serta menindak tegas para pelakunya," ujar Danu Raditya Atmaja. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved