Breaking News:

UPDATE Covid-19, Kasus Lokal Varian Omicron di Jabar Bertambah Jadi Delapan

Selain empat orang yang masih satu keluarga di Kabupaten Bandung, transmisi lokal varian baru ini juga menjangkiti empat warga lainnya.

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
RSUD Al Ihsandi Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (9/8/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penularan lokal Covid-19 varian Omicron di Jawa Barat kembali terjadi.
Selain empat orang yang masih satu keluarga di Kabupaten Bandung, transmisi lokal varian baru ini juga menjangkiti empat warga lainnya.

"Penularan lokal delapan orang, baru sebagian di Rumah Sakit Umum Daerah Al-Ihsan. Mayoritas dari Kabupaten Bandung, sedikit di Depok," ujar Gubernur Jabar, Ridwan Kamil di Gedung Sate, Bandung, Rabu (12/1/2021).

Emil mengatakan, masih memastikan berapa jumlah pasien yang positif Omicron.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kota Bandung: Dinkes Siapkan Lokasi Karantina Pasien Omicron, Kasus Positif Landai

"Yang karantina banyak, tapi di Jakarta. Makanya di situ meningkat, di kita belum. Saya belun dapat laporan berapa total. Tapi yang delapan itu lokal, dari empat kemarin, kurang lebih," katanya.

Dalam kesempatan sebelumnya, Emil meminta masyarakat tak panik dengan mulai terdeteksinya penularan lokal varian Omicron ini.

Sebab, sekalipun sangat menular, varian Omicron diyakini memiliki fatalitas yang jauh lebih rendah dari varian Delta.

"Yang perlu kita lakukan hanyalah tetap waspada, tapi jangan terlalu khawatir. Mudah-mudahan dengan kewaspadaan kita, Omicron bisa kita kendalikan lebih baik lagi," kata Emil.

Untuk menangkal varian Omicron ini, kata Emil, masyarakat hanya harus disiplin menjalankan protokol kesehata dengan selalu menggunakan masker untuk menghindari potensi penularan.

Namun, sebagai bagian dari mitigasi, pemprov akan terus mengintensifkan tes, telusur, dan tindak lanjut (3T) sebagai upaya mendeteksi sejak dini masyarakat yang terpapar varian Omicron.

"Kegiatan 3T tetap dilakukan, khususnya tes dan telusur terhadap warga yang baru kembali dari luar negeri. Pintu pertamanya itu, yakni warga yang diketahui melakukan perjalanan ke luar negeri," kata Emil.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved