Breaking News:

Jika Kasus Omicron Memburuk, Penanganannya Jangan Sampai Seperti Gelombang Kedua Pandemi

Merebaknya penularan kasus positif Omicron di Indonesia harus disikapi dengan meminimalisir resiko penularan di segala titik mobilitas warga.

Editor: Mega Nugraha
KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Ilustrasi Covid-19 Varian Omicron. (KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo) 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Merebaknya penularan kasus positif Omicron di Indonesia harus disikapi dengan meminimalisir resiko penularan di segala titik mobilitas warga.

"Saya ingin mengajak seluruh warga Bandung bersama - sama Jaga prokes, sanes nyingsieunan (bukan menakuti) mung ngemutan (tapi mengingatkan). Lebih baik menjaga dan mengoptimalkan skema PPKM dengan berbagai level. Kita warga Bandung menantikan ketegasan Pemkot Bandung untuk ini," ujar Anggota DPR RI Dapil Kota Bandung dan Cimahi Muhammad Farhan saat dihubungi Rabu (12/1/2022).

Seperti diketahui, sudah ada 4 warga Kabupaten Bandung positif Omicron dan saat ini dirawat di RSUD Al Ihsan. Meski begitu, kondisi mereka masih ringan.

Baca juga: Kondisi 4 Warga Bandung Positif Omicron: Ringan Sekali, Seperti Masuk Angin Biasa, Tapi. . .

Warga yang positif Omicron di Indonesia didominasi setelah mereka pulang dari luar negeri.

"Jangan sampai ada kebocoran, karena kita masih trauma oleh ledakan varian Delta bulan Juli - Agustus 2021," kata dia.

Anggota Komisi 1 DPR RI Muhammad Farhan saat diwawancara di sela vaksinasi Covid-19 di Karawang, Minggu (25/7/2021)
Anggota Komisi 1 DPR RI Muhammad Farhan saat diwawancara di sela vaksinasi Covid-19 di Karawang, Minggu (25/7/2021) (Tribun Jabar / Cikwan Suwandi)

Bahkan, merebaknya Omicron jadi momentum Kemenkes menyegerakan vaksinasi booster secara merata.

"Janji pak Jokowi pertengahan Januari 2022 booster diberikan gratis. Maka pernyataan ini harus didukung dengan distribusi booster vaksin ke seluruh pelosok," terangnya.

Ia memikirkan kondisi terburuk jika saja kasus Omicron membludak. Dia mewanti-wanti agar persediaan obat-obatan untuk warga isoman terpenuhi.

Baca juga: Bertambah, Terdeteksi 8 Warga Terpapar Varian Omicron di Jabar, Kebanyakan Ada di Kabupaten Ini

"Suplai obat-obatan untuk pasien isoman sering tidak tepat waktu dan tepat sasaran sehingga banyak pasien isoman terpaksa keluar rumah untuk mencari obat - obatan yang dibutuhkan," katanya.

Tidak hanya itu, ia juga mengingatkan jangan sampai kejadian kasus banyak pasien Covid-19 meninggal di rumah saat isoman.

"Salah satu persoalan yang dihadapi saat melakukan isoman ketika itu kurangnya pengawasan dari tenaga kesehatan sehingga banyak pasien isoman yang terlambat dibawa ke rumah sakit ketika gejalanya meningkat dari ringan menjadi sedang dan berat," tambahnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved