Breaking News:

Pramuka Korban Lingkaran Setan

Kegiatan Pramuka di SMAN 1 Ciamis Dibekukan, Kepsek Bilang Mungkin Saja Ada Pergantian Generasi

Pihak SMAN 1 Ciamis mengambil langkah cepat pasca tragedi baku pukul, baku tempeleng pada kegiatan Lingkaran Setan Pasukan Tongkat Ambalan Ciwungnar

Penulis: Andri M Dani | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/ANDRI M DANI
Kepala SMAN 1 Ciamis, Drs H Suarman Guntara MPd 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID.CIAMIS – Pihak SMAN 1 Ciamis mengambil langkah cepat pasca tragedi baku pukul, baku tempeleng pada kegiatan “Lingkaran Setan” Pasukan Tongkat Ambalan Ciwungnara yang menyebabkan 3 siswa bonyok luka lebam di wajah.

Seluruh kegiatan eskul kepramukaan di SMAN 1 Ciamis dimotarium (dibekukan) sampai waktu yang tidak ditentukan.

“Sejak kejadian itu (insiden Lingkaran Setan) sudah tidak ada kegiatan eskul. Dan mulai hari ini (Kamis, 13/1) seluruh kegiatan eskul kepramukaan di SMAN 1 Ciamis dimoratarium sampai waktu tidak ditentukan,” ujar Kepala SMAN 1 Ciamis, Drs H Suarman Guntara MPd kepada Tribun Kamis (13/1).

Meski seluruh kegiatan eskul kepramukaan dimoratarium (dibekukan) menurut Suarman penggunaan baju seragam pramuka pada hari tertentu tetap diwajibkan. Yakni pada  hari Jumat dan Sabtu.

“Kegiatan eskulnya dimoratarium, tetapi memakai pakaian seragam pramuka pada hari Jumat dan Sabtu tetap wajib,” katanya.

Kebijakan moratarium berbagai kegiatan eskul kepramukaan di SMAN 1 Ciamis, termasuk pembekuan sementara Ambalan Ciungwanara  dan Ambalan Diyah Pitaloka tersebut menurut Suarman untuk evaluasi internal. Guna menginventaris apa saja bentuk kegiatan eskul kepramukaan dan siapa saja yang terlibat serta apa saja permasalahannya.

“Semacam langkah evaluasi dan koreksi internal. Agar generasi kedepan lebih baik dan kejadian serupa jangan terulang kembali. Mungkin saja ada pergantian generasi ,” ujar Suarman Guntara yang baru menjabat sebagai Kepala SMAN 1 Ciamis sejak bulan November 2021 lalu.

Suarman sendiri mengaku tidak tahu persis kronologis kejadian insiden “Lingkaran Setan” eskul kepramukaan  yang menyebabkan 3 siswa lebam-lebam Sabtu (8/1) lalu.  

“Kejadiannya pada hari libur sekolah, Sabtu (8/1) masih libur semester. Tapi saya tidak tahu persis (kronologisnya). Kan masalahnya sudah ditangani kepolisian,,” katanya.

Pasca kejadian tersebut, hari pertama masuk sekolah awal semester ganjil sekaligus hari pertama dimulainya PTM 100%, Senin (10/1) menurut Suarman seluruh siswa yang ikut eskul kepramukaan (sekitar 76 orang, termasuk siswa yang ikut kegiatan Lingkaran Setan Pasukan Tongkat tersebut.

“Kecuali yang tiga orang siswa. Mereka tidak hadir karena sakit,” ujar Suarman.

Ketiga siswa yang izin, karena sakit tersebut masing-masing FR yang masih dirawat di RSUD Pandega Pangandaran, serta   MF dan E yang dalam masa pemulihan setelah ditangani di bagian IGD RSUD Ciamis.  Ketiganya dapat dispensasi, izin sakit. Ketiga siswa tersebut diduga jadi korban kekerasan saat mengikuti kegiatan “Lingkaran Setan” eskul kepramukaan, Sabtu (8/1).

“Kalau sudah sehat silahkan hadir kembali ke sekolah seperti biasa. Atau mengikuti pelajaran secara daring juga silahkan. Yang penting hak siswa untuk belajar tidak hilang,” kata Suarman. (*)  

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved