Breaking News:

Ada Lonceng Raksasa di Pendopo, Umurnya Lebih dari Usia Cianjur

lonceng raksasa bertuliskan Borchard Gegoten In T Ambagd Qwartir Tot Batavia 1774 masih terpasang di di utara Pendopo Cianjur

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Ferri Amiril Mukminin
Lonceng raksasa bertuliskan Borchard Gegoten In T Ambagd Qwartir Tot Batavia 1774 masih terpasang di di utara Pendopo Cianjur 

Laporan Wartawan Triubun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sebuah lonceng raksasa bertuliskan Borchard Gegoten In T Ambagd Qwartir Tot Batavia 1774 masih terpasang di di samping kanan pintu gerbang utara Pendopo Cianjur.

Tulisan tersebut masih terlihat jelas di pinggir lonceng yang masih terlihat kokoh ditopang konstruksi tiang beton. Belum diketahui warna asli dari lonceng tersebut. Hanya, saat ini warnanya sudah berubah jadi putih bergaris merah. 

Tak diketahui persis juga arti dari tulisan yang kemungkinan bahasa Belanda. Namun jika diamati, bisa jadi angka 1774 merupakan tahun pembuatannya. 

Jika melihat pemerintahan Bupati Cianjur yang dimulai tahun 1800, lonceng ini lebih tua umurnya.

Baca juga: Waspada! Sudah Dua Kampung Diserang Nyamuk Chikungunya di Cianjur, Belasan Warga Terjangkit Penyakit

Lonceng pernah ditempatkan di sekitar Alun-alun Cianjur atau tepatnya di depan pintu masuk. Namun karena Alun-alun terus mengalami revonasi, lonceng akhirnya dipindahkan ke kawasan Pendopo Cianjur atau di sekitar Taman Tanginas. 

Pemkab Cianjur tetap mempertahankan keberadaan lonceng itu. Bahkan, berdasarkan surat keputusan Gubernur Jawa Barat, lonceng tersebut ditetapkan sebagai benda cagar budaya alias heritage. 

Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Cianjur, Donny Herdyana, mengaku tak mengetahui persis histori ataupun cerita keberadaan lonceng yang kondisinya masih terawat dengan baik sampai sekarang. Namun ia memastikan lonceng tersebut merupakan benda cagar budaya

"Itu (lonceng) merupakan benda cagar budaya yang ada di area Pendopo," kata Donny, Rabu (12/1/2022). 

Baca juga: Hendak ke Pantai Pasir Putih Pangandaran, Wisatawan Asal Cianjur Meninggal di Atas Perahu Wisata

Ia mengatakan, di kawasan Pendopo Cianjur memang masih terdapat benda cagar budaya yang keberadaannya harus dilindungi dan dilestarikan.

Selain lonceng, benda cagar budaya lainnya yakni bangunan Pendopo, eks bangunan SMAN 2 yang sekarang sebagiannya dibangun menjadi gedung Sekretariat Deerah Kabupaten Cianjur, Masjid Agung, serta Alun-alun. 

"Di eks SMAN 2 Cianjur ada bagian yang merupakan benda cagar budaya. Bangunannya tidak diganggu gugat meskipun sekarang sedang proses pembangunan gedung Setda. Nanti akan kita tata dan rapikan supaya bisa menjadi ikon Kabupaten Cianjur," katanya. 

Donny berharap keberadaan benda-benda cagar budaya bisa dipelihara, dirawat, dan dilestarikan. Bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga semua elemen masyarakat, khususnya di Kabupaten Cianjur.

"Jika kita pelihara, benda-benda cagar budaya ini akan menjadi kebanggaan," katanya. 

Donny mengatakan berbagai bentuk perawatan benda-benda cagar budaya tentunya tidak boleh gegabah. Donny mengaku selalu berkoordinasi dengan tim ataupun pakar benda-benda cagar budaya agar saat perawatan tidak sampai merusak.(

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved