Kamis, 14 Mei 2026

PTM Hari Pertama di SMAN 5 Bandung, Pengantar Siswa Tak Boleh Melewati Gerbang Sekolah

Selain itu, para pengantar siswa pun hanya diperbolehkan untuk mendampingi hingga gerbang luar sekolah, dan tidak diperbolehkan berkerumun di sekitar

Tayang:
Penulis: Cipta Permana | Editor: Ravianto
cipta permana/tribunjabar
Suasana kegiatan PTM 100 persen di SMAN 5 Bandung, Kota Bandung, Senin (10/1/2022) / Cipta Permana. 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - SMAN 5 Bandung mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh, sebagaimana acuan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi covid-19.

Berdasarkan pantauan Tribunjabar.id,  sebelum masuk ke ruang kelas, para siswa diwajibkan untuk melakukan pengukuran suhu tubuh, mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer yang disediakan oleh Satgas Covid-19 sekolah.

Selain itu, para pengantar siswa pun hanya diperbolehkan untuk mendampingi hingga gerbang luar sekolah, dan tidak diperbolehkan berkerumun di sekitar lingkungan sekolah.

Kepala SMAN 5 Bandung, Heru Ekowati mengatakan, dalam pelaksanaan PTM 100 persen pekan pertama ini, diikuti oleh para siswa kelas 11 dan 12.

Sedangkan kelas 10 masih menerapkan pendidikan jarak jauh (PJJ). 

Keputusan tersebut, lanjutnya bukan tanpa alasan, pasalnya delapan ruang kelas belajar (RKB) yang biasa digunakan, tengah mengalami perbaikan paska kerusakan kebocoran dampak pembangunan masjid sekolah tersebut.

"Hari ini kami menyelenggarakan PTM 100 persen, tapi hanya untuk kelas 11 dan 12 saja, kelas 10 masih menjalani PJJ. Kondisi ini diakibatkan oleh kendala teknis saja, bukan karena faktor ketidaksiapan kami dari segi pelayanan sarana protokol kesehatan bagi para peserta didik," ujarnya saat ditemui di SMAN 5 Bandung, Jalan Belitung, Kota Bandung, Senin (10/1/2022).

Menurutnya, untuk pemerataan layanan kegiatan PTM 100 persen, pihaknya melakukan skema rotasi, dimana siswa kelas 10 akan bergantian dengan siswa kelas 11 untuk mengikuti PTM dan PJJ tiap pekannya.

"Jadi PTM kelas 11 di pekan ini hanya tiga hari, dan bergantian dengan kelas 10 berikutnya. Kalau kelas 12, karena masa belajarnya tinggal beberapa bulan, maka layanan PTM-nya akan kami maksimalkan untuk kelas 12," ucapnya.

Heru menuturkan, mengikuti instruksi SKB 4 Menteri, maka lama proses pembelajaran berlangsung selama enam jam, yang di mulai dari pukul 07.00-12.00 WIB, dan tetap ada waktu istirahat yang tetap dijaga ketat oleh guru dan dilakukan secara bergiliran.

Menurutnya, situasi kegiatan belajar mengajar pun dibuat mirip dengan kondisi sebelum pandemi, hanya saja ada beberapa hal yang berbeda, khususnya terkait penerapan disiplin protokol kesehatan, seperti tetap mengenakan masker, menjaga jarak interaksi di kelas maupun lingkungan sekolah, termasuk lama proses pembelajaran.

"Anak-anak juga kami imbau membawa bekal dari rumah, karena untuk kantin, sementara kami tutup dulu, karena di kantin itu lah anak-anak biasa bergerombol," ujar Heru.

Terkait, adanya orangtua yang belum mengizinkan anaknya untuk mengikuti PTM 100 persen di sekolah, Heru menambahkan, hal tersebut belum terjadi di SMAN 5 Bandung, terlebih berdasarkan instruksi SKB 4 Menteri bahwa penyelenggaraan PTM ini adalah hal wajib yang dilaksanakan di semester dua ini.

Di samping itu, sebelumnya para siswa pun telah mengikuti PTM Terbatas, sehingga tidak diperlukan lagi proses adaptasi, begitu PTM dilaksanakan secara penuh.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved