Selasa, 7 April 2026

Begini yang Terjadi di SMAN 2 Kota Cirebon saat Hari Pertama PTM 100 Persen

Pemkot Cirebon memulai pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen yang diikuti seluruh siswa di Cirebon pada Senin (10/1/2022).

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Ahmad Imam Baehaqi
Sejumlah siswa saat mengikuti PTM 100 persen di SMAN 2 Kota Cirebon, Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Senin (10/2/2022).   

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pemkot Cirebon memulai pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen yang diikuti seluruh siswa di Cirebon pada Senin (10/1/2022).

Pantauan Tribun Jabar di SMAN 2 Kota Cirebon, para siswa harus mengenakan masker dan dicek suhu tubuhnya sebelum masuk sekolah.

Selain itu, mereka juga diminta mengumpulkan formulir asesmen kepada petugas sekolah yang bersiaga di gerbang SMAN 2 Kota Cirebon.

Baca juga: SENANGNYA Senin Pagi saat Adella Murid SDN 09 Cilengkrang Kota Bandung Jalani PTM Hari Pertama

Selain itu, siswa-siswi juga tampak duduk normal di kelas seperti sebelum pandemi Covid-19. Setiap meja berisi dua bangku diduduki dua siswa maupun siswi.

Kepala SMAN 2 Kota Cirebon, Nendi, mengatakan, formulir asesmen itu telah disebar kepada para siswa sejak beberapa waktu lalu.

Menurut dia, formulir tersebut sebagai bukti bahwa para siswa diizinkan mengikuti PTM 100 persen sehingga harus dibawa ke sekolah.

"Formulirnya berisi pertanyaan apakah siswa sakit, apakah ada anggota keluarga yang sakit, sakitnya apakah demam, flu, atau batuk, dan lainnya," kata Nendi saat ditemui di SMAN 2 Kota Cirebon, Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Senin (10/2/2022).

Baca juga: Kronologi 4 Warga Kabupaten Bandung Positif Omicron, Dirawat di RSUD Al Ihsan, Begini Kondisinya

Ia mengatakan, jika seluruh pertanyaan tersebut telah dijawab maka akan keluar nilai. Hanya siswa yang nilainya melebihi ambang batas minimal yang diizinkan mengikuti PTM 100 persen.

Pihaknya mengakui, para siswa telah mengetahui nilainya sebelum masuk sekolah. Namun, pengumpulan formulir di sekolah itu hanya sebagai bukti tertulis.

"Jadi, siswa hanya memperlihatkan nilainya kepada petugas sekolah. Bagi siswa yang nilainya di bawah ambang batas minimal cukup belajar dirumah," ujar Nendi.

Nendi menyampaikan, formulir tersebut juga harus diisi dan dikumpulkan setiap hari selama PTM 100 persen berlangsung sebagai bagian dari pengetatan protokol kesehatan.

SMAN 2 Kota Cirebon juga telah menyiapkan UKS untuk tempat isolasi siswa yang sakit saat PTM 100 persen, dan akan ditangani Satgas Covid-19 sekolah.

Namun, jika Satgas Covid-19 SMAN 2 Kota Cirebon tidak dapat menanganinya maka akan dilaporkan ke Puskesmas terdekat dan Satgas Covid-19 Kota Cirebon.

"Dari segi persiapan, kami sangat siap untuk PTM 100 persen. Siswa yang belajar di sekolah pada hari ini juga dipastikan suhu tubuhnya tidak ada yang melebihi 37 derajat celcius," kata Nendi.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved