Nurhadi Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Dijebloskan ke Lapas Sukamiskin

Nurhadi, mantan sekretaris Mahkamah Agung (MA) dan menantunya, Rezky Herbiyono dieksekusi ke Lapas Sukamiskin. 

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Mega Nugraha
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi usai memberikan kesaksian saat sidang lanjutan kasus suap pengajuan Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dengan Terdakwa Eddy Sindoro di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (21/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Nurhadi, mantan sekretaris Mahkamah Agung (MA) dan menantunya, Rezky Herbiyono dieksekusi ke Lapas Sukamiskin

Selain dua terpidana itu, Hiendra Soenjoto penyuap Nurhadi juga dieksekusi secara bersamaan. Ketiganya kini sedang menjalani isolasi selama 14 hari, sebelum masuk sel tahanan. 

Kepala Lapas Sukamiskin, Elly Yuzar mengatakan, ketiga terpidana korupsi itu sebelumnya telah menjalani swab tes dengan hasil negatif. 

"Siapapun orangnya kita periksa, kalau positif kita tolak. Hasilnya negatif (ketiga terpidana). Namun, tetap kita isolasi selama 14 hari sesuai prokes, kita lihat perkembangannya nanti kita periksa lagi, kalau hasilnya tetap negatif baru ditempatkan," ujar Elly Yuzar, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (8/1/2022). 

Baca juga: Sepak Terjang Nurhadi, Korupsi Buron Ditangkap Dijebloskan ke Bui, Kini Tonjok Petugas KPK

Eksekusi ke Lapas Sukamiskin ini dilakukan berdasarkan putusan MA RI Nomor : 4147 K/Pid.Sus/2021 tanggal 24 Desember 2021 Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada PT DKI Jakarta Nomor : 12/PID.SUS-TPK/2021/PT DKI tanggal 28 Juni 2021 Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor : 45/Pid.Sus TPK/2020/PN.Jkt.Pst tanggal 10 Maret 2021. 

Sebelumnya, Nurhadi dan menantunya itu, divonis enam tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. 

Nurhadi dan Rezky dinyatakan melanggar Pasal 11 dan Pasal 12 B UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 dan 65 ayat 1 KUHP karena terbukti menerima suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara sebesar Rp 49 miliar. 

Baca juga: Adik Ipar Sebut Menantu Nurhadi Punya Kredit Macet di Bukopin Rp 97,8 Miliar

Vonis hakim lebih rendah daripada tuntutan jaksa. Nurhadi dituntut oleh jaksa 12 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Sedangkan, Rezky Herbiyono dituntut 11 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. 

Keduanya bersalah menerima suap senilai Rp 45.726.955.000 dan gratifikasi senilai Rp 37.287.000.000. Jika ditotal Rp 83.013.955.000.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved