Sabtu, 11 April 2026

Libur Tahun Baru di Tengah Ancaman Varian Omicron, Okupansi Hotel dan Penginapan di KBB Terjun Bebas

Pada libur Tahun Baru, okupansi hotel dan penginapan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menurun jika dibandingkan pekan lalu.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Hilman Kamaludin
Mason Pine Hotel di Kotabaru Parahyangan, Padalarang Kabupaten Bandung Barat 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pada libur Tahun Baru, okupansi hotel dan penginapan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menurun jika dibandingkan pekan lalu.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, pada 25-26 Desember 2021 atau masa libur Natal, okupansi hotel tembus hingga 40,83 persen. Sedangkan untuk periode 31 Desember hingga 1 Januari 2022 mendatang, okupansinya hanya 32,81 persen.

Kepala Bidang Pariwisata Disparbud KBB, David Oot mengatakan, untuk di KBB jumlah total penginapan ada 89 unit, sedangkan hotel ada 8, tetapi rata-rata okupansi jelang libur Tahun Baru ini hanya 32,10 persen.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Mayoritas Kasus Varian Omicron di Indonesia Tidak Bergejala

"Berdasarkan data yang kami terima dari PHRI, okupansi hotel dan penginapan menjelang libur Tahun Baru ini tidak sesuai dengan ekspektasi karena menurun," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Jumat (31/12/2021).

Menurutnya, faktor yang mempengaruhi menurunnya okupansi hotel tersebut karena wisatawan dari luar daerah, terutama Jakarta sudah mulai berkurang akibat adanya Covid-19 varian baru yakni Omicron.

"Awalnya kan Omicron itu hanya satu kasus, tapi sekarang terus bertambah. Sedangkan sasaran wisatawan dari kita itu kan dari Jakarta," kata David.

Faktor lainnya, kata David, okupansi hotel itu kurang memuaskan karena adanya penerapan protokol kesehatan yang ketat, seperti harus scan aplikasi PeduliLindungi, apalagi ada pengawasan dari Satgas Covid-19.

Baca juga: Kisah Septrina Jalani Bisnis Skincare Saat Pandemi Dengan Berinovasi dari Tekstur Hingga Kemasan

David mengatakan, untuk saat ini sudah ada 35 destinasi yang menerapkan aplikasi PeduliLindungi dengan rincian, di hotel/penginapan 16 lokasi, 13 restoran/cafe, dan 6 objek wisata.

"Selain itu, karena pada pergantian Tahun Baru sekarang tidak ada penyelenggaran event. Sehingga hal itu juga berpengaruh terhadap okupansi," ucapnya.

Tidak adanya event khas Tahun Baru tersebut, kata dia, karena pemerintah pusat melarang ada perayaan Tahun Baru secara berlebihan, sehingga wisatawan juga berpikir ulang jika hanya menginap saja di hotel.

"Apalagi jam operasional restoran juga dibatasi hanya sampai pukul 21.00 WIB sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri," kata David.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved