Objek Wisata di Bandung Barat Bakal Ditutup Jika Langgar Aturan Saat Libur Tahun Baru, Ini Aturannya

Ridwan Kamil mengingatkan agar protokol kesehatan diterapkan oleh objek wisata di KBB.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat ditemui di Kotabaru Parahyangan, Rabu (29/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Objek wisata di Jawa Barat, termasuk di daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB) terancam ditutup jika melanggar aturan dan protokol kesehatan selama libur Tahun Baru 2022.

Di Bandung Barat sendiri carrying capacity objek wisata hanya 25 persen, sehingga untuk tingkat kunjungan wisatawan dilarang melebihi persentase tersebut dan harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan, terkait hal itu pihaknya meminta Pemkab Bandung Barat jangan sampai kecolongan, terutama terkait penerapan aplikasi PeduliLindungi di objek wisata.

"Kalau ada pelanggaran, nanti bakal ada penutupan, ada sanksi dari Satgas Penanggulangan Covid-19," ujarnya saat ditemui di Kotabaru Parahyangan, Bandung Barat, Rabu (29/12/2021).

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini juga mengatakan, Pemkab Bandung Barat harus bisa terus mengingatkan pengelola objek wisata terkait penerapan protokol kesehatan selama libur Tahun Baru 2022 nanti.

"Daerah-daerah wisata harus diingatkan, untuk di KBB saya titip ke Bupati, ingatkan pengelola pariwisata jangan sampai kecolongan, kuota, PeduliLindunginya dipergunakan, jangan basa-basi," kata Emil.

Sebelumnya, 35 industri pariwisata di KBB sudah menerapkan aplikasi PeduliLindungi untuk antisipasi lonjakan pengunjung selama momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Hal tersebut dilakukan karena kunjungan wisatawan ke setiap objek wisata diprediksi bakal meningkat, sehingga hal itu juga bakal berpengaruh terhadap tingkat kunjungan bagi hotel dan penginapan di Bandung Barat.

Kabid Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, David Oot mengatakan, hingga saat ini aplikasi PeduliLindungi tersebut sudah diterapkan di 35 industri pariwisata dengan rincian 6 objek wisata, 16 hotel, dan 13 restoran atau kafe.

"Saat ini destinasi maupun industri pariwisata sudah siap menjalankan aturan soal PeduliLindungi karena itu jadi syarat bagi objek wisata ketika mereka membuka operasionalnya," ujarnya, belum lama ini.

Kendati demikian, pihaknya bakal terus mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan di semua objek wisata dan hotel, khususnya di kawasan Lembang yang menjadi tujuan wisatawan.

"Pengawasan prokes wajib dan diperketat. Untuk aturan Nataru acuannya Inmendagri Nomor 66/2021 sementara untuk PPKM acuan di Inmendagri Nomor 67/2021," kata David.

Baca juga: 5 Wisata Alam di Pangalengan Ini Cocok Buat Liburan, Udaranya Segar Plus Spot Foto Instagramable

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved