Hadapi Omicron, Pemprov Jabar Siapkan PPKM Mikra dan Perkuat 3T

Pemprov Jabar menyiapkan langkah-langkah untuk menghadapi Omicron. Ini yang dilakukan.

Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, melihat nama-nama tenaga kesehatan yang gugur di era pandemi Covid-19 di Monumen Pahlawan Covid-19, Jumat (3/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Pemda Provinsi Jabar mewaspadai Covid-19 varian Omicron meski sampai saat ini belum ada laporan varian Omicron masuk ke Jabar.

Sama seperti langkah pencegahan sebelumnya, Pemda Provinsi Jabar tetap menggencarkan testing, tracing, dan treatment (3T) sekaligus intens menyosialisasikan dan mengimbau masyarakat untuk memperkuat prokes 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas).

"Tidak ada hal baru dalam penanganan Covid-19, mau apapun namanya, treatment-nya sama saja. Pemerintah melakukan 3T, masyarakat melakukan 5M," kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, di Gedung Sate, Selasa (28/12/2021).

Kementerian Kesehatan sendiri mengumumkan satu kasus transmisi lokal varian Omicron di Indonesia hari ini. Dengan penambahan kasus itu, total ada 47 kasus Omicron di Tanah Air.

Menurut Emil, Pemda Provinsi Jabar mulai menyiagakan infrastruktur penunjang, seperti menyiapkan tabung oksigen hingga kapasitas tempat tidur jika sewaktu-waktu ada peningkatan kasus Covid-19.

"Kedua, pola Jawa Barat adalah menyiagakan semua infrastruktur tapi dengan tenang. Jadi tadi sedang menghitung oksigen kalau kasusnya meningkat kayak bulan Juli, sudah dihitung. Rumah sakit, jumlah bed, persentasenya, urutannya seperti apa sedang kami persiapkan," ucap Emil.

Di saat bersamaan, Pemda Provinsi Jabar pun terus mempercepat penyuntikan vaksin Covid-19.

Pada akhir tahun nanti, masyarakat Jabar yang sudah disuntik dosis pertama vaksin Covid-19 diperkirakan mencapai 75 persen.

"Vaksin Jawa Barat saya laporkan saat ini sudah 73 persen. Insya Allah akhir tahun ini maksimal 75 persen. Itu benteng pertahanan yang sudah sangat baik," ucap Emil.

Selain itu, Pemda Provinsi Jabar juga menyiagakan dan memperketat penjagaan di daerah-daerah yang berpotensi terjadi keramaian menjelang libur Tahun Baru.

Atas dasar itu, Emil mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi prokes dan memastikan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di tempat wisata.

"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, silahkan melaksanakan kegiatan, Omicron memang menunggu kita lengah, makanya tempat-tempat viral pariwisata sedang kita jaga ketat. Pangandaran, Lembang, Puncak, dan daerah-daerah yang biasanya jadi sumber berita viral kerumunan," katanya.

Emil mengatakan, Jabar bersiap melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Jika satu RT atau kelurahan telah dimasuki oleh varian Omicron, maka Pemda Provinsi Jabar akan melakukan PPKM Mikro di RT/RW atau kelurahan tersebut.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved