Jumat, 17 April 2026

Diisukan Diganti, Sekda Kota Bandung Ema Sumarna Beri Jawaban Begini

Salah satu posisi yang akan dievaluasi, ucap Yana Mulyana, adalah posisi sekda Kota Bandung yang ditempati Ema Sumarna.

Penulis: Tiah SM | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribunjabar.id/Kisdiantoro
Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Ema Sumarna dalam Talks Show relaksasi usaha dunia hiburan di Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna, belum bisa banyak berkomentar soal isu akan terjadi penggantian posisi Sekda Kota Bandung.

"Saya mah no comment," kata dia saat dihubungi Tribun Jabar, Minggu sore (26/12/2021)

Posisi Ema terancam setelah Plt Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, berencana mengevaluasi dan merombak jajaran pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemkot Bandung.

Sasaran perombakan terutama para pejabat yang bekerja lamban dan tak sesuai dengan target yang dibebankan.

Bahkan, Yana Mulyana berencana mengganti para pejabat tersebut pada akhir tahun ini.

Salah satu posisi yang akan dievaluasi, ucap Yana Mulyana, adalah posisi sekda yang ditempati Ema Sumarna.

Baca juga: Empat Nama Ini Siap Jadi Pendamping Yana Mulyana Pimpin Kota Bandung, Yana Lebih Pilih Karakter Ini

"Sekda kan eselon II jadi ada evaluasi juga, tapi tentunya itu ada kebijakan provinsi, pemerintah pusat, dan akademisi, " ujar Yana Mulyana.

Menanggapi hal itu, Ema Sumarna tak bereaksi berlebihan. Ia hanya akan fokus bekerja. "Saya konsentrasi bekerja saja," katanya.

Isu penggantian sekda Kota Bandung seolah-olah membuka memori pada tahun 2018.

Saat itu terjadi tarik ulur penetapan nama sekda, antara Benny Bachtiar yang diusulkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Ema Sumarna yang diusulkan oleh wali kota Oded M Danial.

Baca juga: Mal Sudah Buka Lagi, Bagaimana Kondisi Ekonomi di Kota Bandung? Begini Kata Sekda Ema Sumarna

Saat itu terjadi polemik. Pasalnya, Benny Bachtiar diumumkan sebagai pemenang oleh Ridwan Kamil di masa akhir jabatannya sebagai wali Kota Bandung.

Saat itu peringkat Benny paling bontot dari tiga calon. Penunjukan Benny yang disebut Ridwan Kamil sebagai hak prerogatifnya ditolak wali kota Bandung setelahnya, yaitu Oded M Danial.

Oded lebih memilih Ema Sumarna yang hasil seleksi terbuka berada di posisi pertama.

 
 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved