Petugas Turunkan Anjing Pelacak Cari Korban Hanyut di Sungai Ciwangun, Posisinya Diduga Sudah Jauh

Satu korban hanyut di Sungai Ciwangun, Kampung Cibodas, RT 1/14, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, KBB, Reren Adi Wijaya belum berhasil ditemukan.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Darajat Arianto
Dok. Kantor SAR Bandung
Tim SAR Gabungan mencari korban hanyut di Sungai Ciwangun, Kampung Cibodas, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (24/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Satu korban hanyut di Sungai Ciwangun, Kampung Cibodas, RT 1/14, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Reren Adi Wijaya (11) hingga saat ini belum berhasil ditemukan.

Hingga Jumat (24/12/2021) siang, petugas gabungan masih melakukan pencarian dengan cara menyisir aliran sungai.

Sementara ibu korban yang turut hanyut yakni Romayanti (37) sudah berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah mengatakan, untuk membantu proses pencarian terhadap korban kedua ini Tim SAR gabungan mendapat dukungan dari pihak kepolisian dan SAR Dog Jawa Barat yang menerjunkan anjing pelacak.

"Kita juga menerjunkan K-9 dari kepolisian dan Sar Dog Jawa Barat, mudah-mudahan dengan bantuan hewan tersebut bisa memudahkan proses pencarian," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (24/12/2021).

Dalam melakukan pencarian korban ini, tim gabungan dibagi menjadi tiga untuk menyisir beberapa lokasi yang kemungkinan menjadi tempat korban hanyut terbawa arus sungai.

Titik yang disisir tim SAR gabungan tersebut yakni persimpangan Cikapundung-Curug Omas, Curug Omas-Bendungan Bantar Awi, serta Bendungan Bantar Awi-Curug Lalay.

"Sesuai hasil briefing pada hari kedua ini, pencarian diarahkan dibagi menjadi tiga tim sehingga semua sudut sungai yang mengarah ke Dago ini bisa disisir," kata Deden.

Baca juga: Dikenal Sayangi Hewan Peliharaan, Ibu dan Anak Nekat Tolong Anjing hingga Hanyut di Sungai Ciwangun

Sementara jika melihat lokasi korban pertama ditemukan, pihaknya menduga korban ini sudah hanyut cukup jauh dari lokasi awal korban terbawa arus sungai, sehingga butuh analisa untuk mendesain posisi korban.

"Korban terakhir sudah 24 jam hanyutnya, diperkirakan dari lokasi kejadian sudah jauh berdasarkan analisa dan kita menyisir ke daerah yang dicurigai korban akan tersangkut," ucapnya.

Ia mengatakan, dalam melakukan pencarian pada hari kedua ini, ada 156 personel yang terlibat, sehingga dengan banyaknya personel ini, pihaknya berharap pencarian bisa berjalan efektif apalagi cuaca saat ini sangat mendukung. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved