Breaking News:

Gubernur Harap Dana CSR 2022 Makin Besar, Jangan Salah Sasaran seperti Sebuah Perusahaan Jepang

Pemda Provinsi Jawa Barat memberikan penghargaan kepada perusahaan yang konsisten mengeluarkan dana CSR untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan.

Tribun Jabar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan penghargaan kepada perusahaan yang konsisten mengeluarkan dana CSR dalam acara Japri, di Hotel Pullman, Kota Bandung, Kamis (23/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemda Provinsi Jawa Barat memberikan penghargaan kepada perusahaan yang konsisten mengeluarkan dana CSR untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan di Jawa Barat.

Pemberian penghargaan dikemas dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Hotel Pullman, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (23/12/2021).

Biasanya Japri digelar di halaman Gedung Sate.

Penghargaan diberikan kepada BUMD, BUMN, dan swasta yang signifikan membantu dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, pelayanan lingkungan, infrastruktur dan sanitasi, solidaritas sosial, dan keagamaan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap semakin banyak perusahaan yang berkontribusi pada pembangunan lewat dana corporate social responsibility (CSR) tahun depan.

Apalagi, Indonesia tengah menatap kebangkitan ekonomi menyusul mulai surutnya kasus Covid-19 di Jawa Barat.

"Mudah-mudahan tahun 2022, seiring Covid-19 surut, ekonomi bangkit. Kalau ekonomi bangkit, berarti perusahaan juga membaik. Dengan begitu, ada kewajiban CSR," ujar Ridwan Kamil.

Guna memaksimalkan peran CSR perusahaan untuk pembangunan di Jawa Barat, kata Ridwan Kamil, ia membentuk Forum CSR.

Forum ini memungkinkan perusahaan bisa “membelanjakan” anggarannya untuk kebutuhan mendesak bagi pembangunan di Jawa Barat.

"Kenapa dibentuk Forum CSR? Karena seringkali perusahaan-perusahaan itu membelanjakan niat baiknya tapi berbeda dari kebutuhan yang mendesak dengan pembangunan Jawa Barat," kata Ridwan Kamil.

Dengan demikian, tidak ada lagi kegiatan CSR yang tidak tepat sasaran.

Sebagai salah satu contoh kasus adalah ada sebuah perusahaan Jepang yang ingin menggunakan anggaran CSR di bidang pendidikan tapi tidak tepat sasaran.

"Saya ambil contoh dulu, tadi ada perusahaan Jepang bikin kegiatan CSR pendidikan tapi di perumahaan elite, karena dia tahu bahwa Indonesia yang miskin tempatnya banyak sekali."

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved