Persib Bandung
Kabar Gembira Buat Bobotoh Persib, Duo Pemain Plontos Sudah Tiba, Robert Katakan Ini
Dua pemain plontos yang menjadi idola bobotoh sudah tiba di Indonesia.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Persib Bandung kini tengah berbenah sebelum menjalani putaran dua Liga 1 2021/2022.
Para penggawa Maung Bandung diberi dulu waktu istirahat sebelum menjalani latihan pekan depan.
Saat latihan pertama nanti pelatih Persib Bandung, Robert Alberts berharap semua pemain dapat bergabung.
Latihan ini sebagai persiapan Maung Bandung mengarungi seri empat.
Ia berharap pemain anyar Persib David Da Silva juga sudah dapat bergabung.
Menurutnya David da Silva masih dalam perjalanan dari luar negeri.
Begitu juga dengan pemain asing Persib Bandung asal Palestina Mohammed Rashid.
Rashid baru memperkuat tim nasional negaranya di tunamen antar negara-negara Arab.
Ia dijadwalkan kembali ke Indonesia sebelum seri empat berlangsung.
Rashid pun harus lebih cepat datang, karena harus menjalani karantina setibanya di Indonesia.

"Rashid tentunya harus menjalani karantina. Begitu pula dengan (David) da Silva. Dia sudah dalam perjalanan kembali, tapi masih harus mengurus visa dan karantina selama sepuluh hari. Tentunya dia juga harus melalui tes PCR dan lain sebagainya," kata Robert Alberts di laman resmi klub.
"Saya harap dia bisa segera bergabung dengan kami dalam latihan di bulan ini, sebelum kami bertolak ke Bali," ujar pelatih asal Belanda ini.
Namun, ia menegaskan, rencana tersebut masih dalam harapan.
Sebab, ia belum mengetahui jadwal keberangkatan dan hasil karantina kedua pemainnya nanti setiba di Indonesia.
Yang pasti mereka kini tengah dalam perjalanan dan mungkin sudah tiba di Indonesia.
"Jadi saya tidak bisa menyebutkan secara pasti tanggal berapa mereka tiba. Tapi mereka sudah dalam perjalanan, mungkin saja sudah tiba. Saya belum tahu secara pasti," ucapnya.
Persib Lakukan Evaluasi
Berada di posisi kedua klasemen sementara Liga 1 2021/2022 tidak membuat Persib Bandung puas.
Oleh karena itu, tim pelatih dan manajemen Maung Bandung akan menggelar evaluasi untuk menatap putaran kedua nanti.
Direktur Persib, Teddy Tjahjono, mengatakan, dari catatan statistik yang ada, timnya sebetulnya cukup baik dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya.
Persib mengumpulkan 34 poin dan hanya berselisih tiga angka dari pemuncak klasemen, Bhayangkara FC.
"Dengan posisi nomor dua di klasemen sementara menunggu hasil partai tunda, tim akan tetap melakukan evaluasi di semua lini, dan akan memaksimalkan waktu jeda kompetisi ini untuk bisa memperbaiki semua kekurangan yang ada," ujar Teddy kepada awak media, Rabu (15/12/2021).
Salah satu langkah yang diambil oleh manajemen dan tim pelatih Persib adalah dengan melepas Geoffrey Castillion.
Penyerang asal Belanda itu dianggap tampil kurang optimal pada putaran pertama lalu. Dia hanya mampu mencetak tiga gol dari 13 pertandingan.
Sebagai gantinya, Persib langsung mendatangkan bomber asal Brasil yang musim lalu bermain bersama Terengganu FC di Liga Malaysia, David da Silva.
Mantan penggawa Persebaya Surabaya itu diharapkan bisa menjadi mesin gol Persib pada putaran kedua nanti.
"Hasil evaluasi, ya, kami tidak bisa sampaikan ke luar karena ini rahasia kita hasilnya seperti apa tapi yang kalian bisa lihat ada satu pemain baru dari hasil evaluasi," katanya.
Teddy pun mengucapkan banyak terima kasih kepada para bobotoh yang terus mendukung perjuangan Persib selama putaran pertama.
Manajemen dan tim pelatih tak lupa meminta maaf karena ada beberapa pertandingan yang hasilnya tak memuaskan seperti saat menghadapi Persija Jakarta, Arema FC, dan Persebaya Surabaya.
Di tiga pertandingan itu, Persib harus menelan kekalahan. Pada saat menghadapi Persija dan Arema, Persib kalah dengan skor identik, 0-1. Sementara saat jumpa Persebaya, Febri Hariyadi dan kawan-kawan dipermalukan dengan skor telak 0-3.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua elemen supporter dan mohon maaf apabila di beberapa pertandingan penting, kami belum bisa memberikan hasil yang maksimal," katanya.
Baca juga: Nasib Mantan Pelatih Persib Lebih Buruk dari Robert Alberts, Dipecat karena Timnya Sering Kalah