Nasib Mantan Pelatih Persib Lebih Buruk dari Robert Alberts, Dipecat karena Timnya Sering Kalah
Mantan pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman menjadi korban panasnya pertarungan di Liga 1 2021-2022.
TRIBUNJABAR.ID - Mantan pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman menjadi korban panasnya pertarungan di Liga 1 2021-2022. Dia kehilangan posisi pelatih di Barito Putrea setelah gagal mengangkat performa tim Laskar Antasari itu.
Sudah menjalani semua laga di putaran pertama, Barito bertengger di posisi 15 klasemen sementara dengan poin 15.
Bersama Djadjang, Barito melewati 17 laga dengan empat kemenangan, tiga kali imbang, dan 10 kali kalah.
Atas hasil tak memuaskan itu, manajemen akhirnya secara resmi mengakhiri kerja samanya dengan Djadjang pada Selasa (14/12/2021).
Kendati baru diumumkan pihak Barito Putera pada Selasa (14/12), kerja sama klub dengan Djanur, sapaan akrab pelatih tersebut, telah berakhir pada Minggu (12/12/2021).
"Minggu malam, 13 Desember 2021 menjadi akhir kerja sama PS Barito Putera dan Coach Djadjang Nurdjaman," tulis pernyataan resmi Barito Putera di akun Instagram resminya.
"Tak mudah memang menerjemahkan setiap kejadian menjadi sebuah kebaikan, semoga kita semua bisa mengambil hikmah atas semua perjalanan selama ini."
"Terima kasih Coach Djanur atas cinta dan dedikasinya selama kurang lebih dua tahun perjalanan. Semoga sukses selalu."
Sebagai catatan, Djanur sudah menjalin kerja sama dengan Barito Putera sejak 2019.
Djanur sendiri juga mengucapkan permintaan maaf atas hasil kerjanya yang belum sesuai ekspektasi para pendukung Barito Putera.
"Assalamuallaikum wr wb, kepada para pemain, semuanya, saya mohon pamit, terhitung hari ini saya sudah mengakhiri kerja sama dengan Barito Putera," kata Djanur, dikutip dari Bolasport.com.
"Kepada para pemain semua, saya mohon maaf, saya tidak bisa membawa kalian berprestasi."
"Dan sekali lagi saya mohon maaf bila ada kesalahan baik kata maupun perbuatan selama kita bersama-sama, dan saya berdoa semoga kalian semua dapat lebih baik kembali," ucap dia.
Tentu saja, kondisi Djadjang lebih buruk dibandingkan pelatih Persib Robert Alberts meski pernah didesak bobotoh agar meninggalkan tim setelah tak begitu bagus di seri pertama.
Bobotoh bahkan sampai berdemo di Graha Persib .
Namun, kala itu, manajemen pasang badan berkenaan masa depan sang pelatih.
Kursi Robert pun digucang bobotoh di dunia maya lagi setelah melewati seri ketiga. Persib kalah menghadapi Persija Jakarta, Arema FC, dan Persebaya Surabaya. (kompastv)