DBD Makin Mengganas di Ciamis, Desember Ini 58 Orang Terjangkit Seorang di Antaranya Meninggal
Pasien DBD yang meninggal dunia tersebut pria usia 21 tahun dari Kertasari. Meninggal Sabtu (11/12) setelah sempat dirawat di rumah sakit.
Penulis: Andri M Dani | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Memasuki bulan Desember ini kasus serangan demam berdarah dengue (DBD) di Ciamis semakin mengganas.
Sampai 13 Desember 2021, jumlah warga Ciamis yang dirawat di rumah sakit maupun puskesmas selama bulan Desember ini sudah mencapai 58 orang.
Seorang di antaranya meninggal dunia.
Pasien DBD yang meninggal dunia tersebut pria usia 21 tahun dari Kertasari. Meninggal Sabtu (11/12) setelah sempat dirawat di rumah sakit.
“Pada bulan Desember ini sampai tanggal 13/12 ada 58 kasus DBD. Seorang diantaranya meninggal dunia,” ujar Kabid Penanggulangan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Ciamis, dr H Harun Al Rasyid kepada Tribun Rabu (15/12).
Total sudah 378 kasus, meninggal 3 orang
Dengan bertambahnya sebanyak 58 kasus pada bulan Desember ini, total kasus DBD di Ciamis selama tahun 2021 sampai tanggal 13 Desember menurut dr H Harun sudah mencapai 378 kasus.
Di antaranya 3 orang meninggal dunia.
Rinciannya pada bulan Januari terjadi 11 kasus, Februari (5 kasus), Maret (6), April (7), Mei ( 24 kasus, seorang meninggal), Juni (29 kasus), Juli (18), Agustus (14), September (39), Oktober (51), November (116 kasus, seorang meninggal dunia), dan Desember sampai tanggal 13/12 (58 kasus, seorang meninggal dunia).
Terjadi peningkatan kasus DBD yang cukup drastis selama musim hujan ektreem ini mulai September lalu. Musim hujan yang menyisakan banyak genangan memicu perkembang biakan nyamuk aedes aegypti, vektor DBD.
Daerah tertinggi kasus DBD-nya adalah wilayah kerja Puskesmas Ciamis (88 kasus), Imbanagara (67), Handapherang (38), Cikoneng (27), Baregbeg (22), Sadananya (19) dan Sindangkasih (13 kasus). Yang merupakan daerah endemis DBD.

Di Ciamis penderita DBD kebanyakan adalah perempuan (194 orang) berikut laki-laki (184 orang).
Dari segi kelompok, serangan DBD sudah menimpa anak bayi usia di bawah 1 tahun (10 kasus), anak balita uais 1-4 tahun (24 kasus), usia anak dan remaja (5-14 tahun) sebanyak 81 kasus (seorang meninggal), remaja sampai dewasa (15-44 tahun) sebanyak 177 kasus (seorang meninggal) dan usia 44 tahun ke atas (86 kasus, seorang meninggal).
Untuk memutus matarantai penularan, di daerah-daerah kasus sebagian sudah dilakukan pengasapan (fogging).
“Paling utama adalah kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), sesuai dengan surat edaran Bupati Ciamis yang ditujukan ke setiap puskesmas. Berkoordinasi dengan Muspika setempat melakukan PSN secara serempak,” katanya.
Seperti yang dilakukan secara serempak di wilayah kerja Puskesmas Ciamis dan Puskesmas Imbanagara Kamis (9/12) lalu Wilayah kerja Puskesmas Ciamis (7 kelurahan )dan Puskesmas Imbanagara (7 desa), daerah dengan kasus DBD-nya tertinggi di Ciamis (andri m dani)