Tebing Setinggi 20 Meter Runtuh di Panawangan Ciamis, Jalur Cogreg-Cimaneum Putus Total
Jalur jalan yang menghubungkan Dusun Cogreg dan Dusun Cimaneum, Desa Mekarbuana Panawangan, Ciamis putus total menyusul longsornya tebing setinggi 20
Penulis: Andri M Dani | Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Jalur jalan yang menghubungkan Dusun Cogreg dan Dusun Cimaneum, Desa Mekarbuana Panawangan, Ciamis putus total menyusul longsornya tebing setinggi 20 meter di Blok Siwur Dusun Cogreg Rt 01 RW 07 Jumat (10/12) pukul 19.00 malam.
Akibat runtuhnya tebing Blok Siwur setinggi 20 meter sepanjang 50 meter akibat hujan lebat Jumat (10/12) malam, ruas jalan desa yang menghubungkan Cogreg dan Cimaneum tersebut tertimbun longsor sepanjang 50 meter.
Baca juga: Longsor Terjadi di 18 Titik di Majalengka, 16 Rumah Rusak dan Tujuh Kendaraan Tertimbun
Dan ketinggian puing longsor yang menimbun jalan di Blok Siwur tersebut mencapai 7 meter. Tidak bisa dilewati mobil, sepeda motor bahkan pejalan kaki.
“Jangankan mobil dan sepeda motor. Pejalan kaki pun tidak bisa lewat. Timbunan longsor cukup panjang, timbunannya tebal dan berlumpur. Pokoknya sejak tadi malam hubungan lalu lintas Cogreg-Cimaneum putus total,” ujar Sekdesa Mekarbuana, Asep Kuswandi kepada Tribun Sabtu (11/12).
Longsor menimbun badan jalan desa sepanjang 50 meter termasuk mengubur jembatan Siwur dan menimbun selokan Siwur yang ada di bawah jembatan.
Baca juga: Tanah Longsor Jebol Tembok Rumah Warga di Majalengka, Satu Keluarga Mengungsi
Untuk sementara menurut Sekdes Asep Kuswandi, lalu lintas mobil dan sepeda motor dialihkan ke jalan utama di Dusun Cimaneum melalui jalan Raden Pangkerah. Namun, jaraknya lebih jauh, sampai memutar jarak sekitar 10 km.
Kalau warga Cogreg mau ke Balai Desa Mekarbuana di Cimaneum begitu juga anak sekolah SD di Cogreg ke Cimaneum harus menempuh jarak yang jauh.
“Makanya sejak pukul 06.00 tadi pagi warga sudah mulai bergotong royong menyingkirkan timbunan longsor secara manual. Pakai pacul, linggis dan sebagainya. Targetnya minimal bisa dilalui pejalan kaki dulu,” katanya.
Sejak pagi ada sekitar 50 warga yang bergotong royong bersama 6 orang relawan Tagana. Warga sangat berharap adanya alat berat untuk mempercepat penyingkiran timbunan longsor.
Baca juga: Jalur Provinsi di Majalengka Nyaris Putus Akibat Longsor, Warga Atur Lalu Lintas Sistem Buka Tutup
“Kalau mengandalkan secara manual gotong royong warga, seminggu juga belum tentu selesai. Entah kapan ruas jalan dari Cogreg ke Cimaneum ini kembali normal. Belum lagi kondisi jembatan Siwur yang terkubur belum diketahui nasibnya. Rusak atau masih utuh ,” ujar Asep Kuswandi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/tebing-setinggi-20-meter-di-blok-siwur-rt-01-rw-07-dusun-cogreg-desa-mekarbuana-panawangan-longsor.jpg)