Sabtu, 2 Mei 2026

Foto Sebelum dan Sesudah Gunung Semeru Meletus, Jejak Awan Panas Terlihat Jelas

Plt. Kepala Pusat Riset Aplikasi Penginderaan Jauh, M. Rokhis Khomarudin mengatakan, dari dati tersebut diketahui total lahan terdampak erupsi Gunung

Tayang:
Editor: Ravianto
afp/adek berry
FOTO UDARA - Foto udara menunjukkan kerusakan parah dialami rumah-rumah di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang akibat letusan Gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021). Terlihat Kali Lanang, sungai yang membelah Dusun Curah Kobokan berubah menjadi kelabu karena semuanya tertutup abu vulkanik Gunung Semeru. Letusan Gunung Semeru ini mengakibatkan 34 warga meninggal dunia, 69 luka dan 16 lainnya hilang. 

TRIBUNJABAR.ID, LUMAJANG - Dampak letusan Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021) telah menyebabkan ribuan hektar lahan menjadi rusak.

Pasca kejadian letusan ini, Tim Tanggap Darurat Bencana, Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan pengolahan dan analisis terhadap luasan area yang terdampak letusan gunung Semeru.

Analisis terhadap area terdampak letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini menggunakan data dari citra satelit SPOT 7.

Data yang digunakan untuk analisa tersebut adalah Data SPOT 7 tahun 2018 (sebelum letusan), data SPOT 7 tanggal 7 Desember 2021 (setelah bencana) dan data mosaik landsat 8 tahun 2021.

Plt. Kepala Pusat Riset Aplikasi Penginderaan Jauh, M. Rokhis Khomarudin mengatakan, dari dati tersebut diketahui total lahan terdampak erupsi Gunung Semeru yakni 2.417,2 Ha.

“Lahan terdampak letusan yaitu 2.417,2 Ha yang terdiri dari Hutan sebesar 909,8 Ha, lahan terbuka 764,5 Ha, hutan sekunder 243,1 Ha, lahan pertanian 161,5 Ha, Ladang/tegalan 161,2 Ha, perkebunan 77,9 Ha, pemukiman 67,8 Ha, semak/belukar 20,8 ha dan tubuh air 10,4 Ha,” jelasnya, dalam keterangan pers di lalam brin.go.id.

Hasil luasan penggunaan lahan ini masih berbasiskan data Landsat 8 mosaik yang masih memerlukan verifikasi dan validasi lebih lanjut.

FOTO UDARA - Foto udara menunjukkan kerusakan parah dialami rumah-rumah di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang akibat letusan Gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021). Terlihat wilayah dusun berubah menjadi kelabu karena semuanya tertutup abu vulkanik Gunung Semeru. Letusan Gunung Semeru ini mengakibatkan 34 warga meninggal dunia, 69 luka dan 16 lainnya hilang.
FOTO UDARA - Foto udara menunjukkan kerusakan parah dialami rumah-rumah di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang akibat letusan Gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021). Terlihat wilayah dusun berubah menjadi kelabu karena semuanya tertutup abu vulkanik Gunung Semeru. Letusan Gunung Semeru ini mengakibatkan 34 warga meninggal dunia, 69 luka dan 16 lainnya hilang. (afp/adek berry)

Tim Tanggap Darurat bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana akan menganalisis lebih detail dengan data citra satelit yang lebih tinggi.

Hasil analisis ini nantinya digunakan untuk menentukan keperluan logistik dan penanganan pengungsi serta menentukan besar kerugian dan rehabilitasinya.

Saat ini, jelas Rokhis, satelit yang digunakan untuk mendapatkan data citra sebuah wilayah adalah milik negara lain.

“Satelit yang kita miliki saat ini masih bersifat eksperimental dan belum cukup untuk menganalisa kerusakan secara lebih detail,” ujarnya.

“Ke depan kalau kita punya satelit sendiri akan lebih baik dalam melakukan pemantauan bumi. Saya berharap kita dapat segera mewujudkan pembangunan satelit nasional observasi bumi,” pungkasnya.

Update Korban Semeru

Hingga saat ini, jumlah korban meninggal dunia korban erupsi yang berhasil ditemukan ada sebanyak 46 orang.

Tribun Jatim melaporkan, data sementara yang dihimpun dari Posko Induk, ada 20 orang korban yang mengalami luka berat, 82 orang korban mengalami luka ringan dan korban dalam pencarian 9 orang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved