Survei CISA: Inilah Tiga Partai Dengan Elektabilitas Tertinggi Jika Pileg Digelar Saat Ini

Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) kembali meluncurkan hasil survei nasional bertajuk Performa Pemerintah dan Tren Elektoral Terkini.

Istimewa
Partai politik peserta Pemilu 2019 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) kembali meluncurkan hasil survei nasional bertajuk Performa Pemerintah dan Tren Elektoral Terkini.

Dari survei tersebut, ada tiga partai dengan elektabilitas tertinggi jika Pemilihan Legislatif (Pileg) dilakukan saat ini, publik menjatuhkan pilihannya pada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan sukses mengungguli partai politik lainnya dengan 24,92 persen.

Kemudian disusul oleh Partai Demokrat di urutan kedua yang moncer di 18,83 persen serta pada posisi ketiga ada Partai Golkar yang mendapatkan 13,09 persen.

Baca juga: Survei Pilpres 2024 dari Indikator Politik Indonesia, Ridwan Kamil Masih Jauh di Bawah Dua Sosok Ini

Selanjutnya, katanya, ada Partai Gerindra kembali menguat pada posisi keempat dan meraup 10,5 persen kemudian di posisi kelima ada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mendapatkan 10,25 persen.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 6,5 persen, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang meraih 5,75 persen.

“Partai Amanat Nasional (PAN) sebesar 3,66 persen, sedangkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hanya mendapatkan 2,92 persen serta ada 3,58 persen yang memilih parpol lainnya,” Herry Mendrofa, Direktur Eksekutif CISA, melalui siaran tertulis yang diterima, Jumat (10/12).

Hasil survei ini merupakan review termin ke empat atau sesi terakhir survei CISA di tahun 2021 setelah sebelumnya merilis survei termin ketiganya pada September 2021 yang lalu.

Berdasarkan hasil survei CISA yang dimulai sejak tanggal 1-7 Desember 2021 yang menyasar 1.200 responden di 34 provinsi secara proporsional melalui penarikan sampel dengan menggunakan metode Simple Random Sampling.

Dengan metode itu, didapatkan hasil bahwa kepuasan publik terhadap pemerintah menjelang akhir tahun 2021 ini hanya mencapai 44,33 persen.

Baca juga: Pemerintah Larang Bepergian saat Nataru, Survei Tunjukkan 19,9 Juta Warga Ingin Mudik

“Publik yang menyatakan tidak puas terhadap kinerja pemerintah ada 41 persen dan yang sangat tidak Puas 5,59 persen, yang sangat puas ada 3,83 persen dan sisanya ada 5,25 persen yang tidak menjawab atau tidak tahu,” ucap Herry Mendrofa.

Kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah tersebut dipengaruhi oleh beberapa sektor atau isu yang optimal seperti Infrastruktur dan Kewilayahan 37,5 persen, Birokrasi 35,42 persen, Pertanian 13,25 persen, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 7,25 persen serta 6,08 persen pada Kesejahteraan Sosial.

Penilaian publik ini muncul dari aspek di antaranya Efektifitas, Efisiensi, Implementasi, Implikasi, dan Produktifitas.

“Tapi ada sektor yang dianggap Belum Optimal yang dikerjakan Pemerintah ada Anti Korupsi yang mencapai 43,42 persen, Tenaga Kerja 20,58 persen, BUMN 15,92 persen, Kelautan dan Perikanan 12,25 persen, serta Perekonomian dan Investasi 7,83 persen,” tutur Herry Mendrofa.

Sementara itu Survei CISA yang Margin of Errornya mencapai 2,85 persen dengan tingkat kepercayaan pada 95 persen juga berhasil memotret tren elektoral terkini Partai Politik maupun Kandidat Capres menjelang Pilpres 2024.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved