Breaking News:

Polisi Temukan Alih Fungsi Lahan Sebabkan Banjir Bandang di Sukaresmi Garut, Segera Ungkap Pelaku?

Pihak Polres Garut menyelidiki adanya alih fungsi lahan suaka alam di kawasan Gunung Papandayan. 

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Giri
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Polres Garut menggelar konferensi pers mengenai alih fungsi lahan yang dianggap satu di antara penyebab banjir bandang yang terjadi di Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi, beberapa waktu lalu.  

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Pihak Polres Garut menyelidiki adanya alih fungsi lahan suaka alam di kawasan Gunung Papandayan

Kawasan alih fungsi lahan tersebut juga merupakan satu di antara penyebab banjir bandang yang terjadi di Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi, beberapa waktu lalu. 

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Dede Sopandi, mengatakan, pihaknya saat ini sedang menindaklanjuti pengaduan adanya alih fungsi lahan tersebut. 

"Kami berusaha semaksimal mungkin melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan suatu tindak pidana itu. Ancamannya adalah 10 tahun penjara," ujar Dede dalan konferensi pers di Mapolres Garut, Selasa (7/12/2021).

Sat Reskrim Polres Garut, menurutnya, saat ini sedang melacak dan menyelidiki tentang adanya kerukan alam yang terjadi di kawasan Gunung Papandayan tersebut. 

Pihaknya bekerja sama dengan BKSDA mengungkap tindak pidana alih fungsi lahan yang sudah diatur dalam Pasal 19 Jo Pasal 40 Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 1990 tentang Konservatif Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. 

Kasi BKSDA Wilayah Lima Jabar, Dodi Arisandi, mengatakan, ada lahan seluas tiga hektare yang berubah fungsi menjadi kawasan pertanian di wilayah Gunung Papandayan

"Pembukaan kawasan Gunung Papandayan itu merupakan suaka alam yang dilindungi sehingga kami melaporkan untuk ditindaklanjuti ke arah penyidikan dan penegakan hukum," ujarnya. 

Dodi menjelaskan kawasan alih fungsi itu  juga memiliki kontribusi penyebab banjir bandang yang terjadi di Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut. 

Pihaknya juga menemukan adanya tanah yang tergerus di kawasan alih fungsi lahan tersebut yang juga mengalir ke satu di antara sungai yang menuju Desa Sukalilah. 

"Di sana ada pembukaan lahan sehingga ada kontribusi adanya aliran tanah yang tergerus, erosi, sehingga menjadi banjir," ucapnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved