Pengangguran Terbuka Cimahi Turun namun Angkatan Kerja Perempuan Meningkat
Angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terkini di Kota Cimahi turun mencapai 13,07 persen atau sebanyak 38.193 orang.
Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Kemal Setia Permana
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI- Angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terkini di Kota Cimahi turun mencapai 13,07 persen atau sebanyak 38.193 orang.
Jumlah angka pengangguran terbuka itu turun sedikit dibandingkan Agustus 2020 yang mencapai 39.055 orang atau sebesar 13,30 persen.
Hal ini terungkap melalui data yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cimahi. Menurut Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Kota Cimahi, Windi Pramudyawardani, angka pengangguran terbuka turun karena jumlah penganggurannya sendiri memang turun.
Baca juga: Meski Air Baku Keruh, BLUD Cimahi Pastikan Layanan Air Bersih Tetap Sesuai Standard
"Namun demikian, jumlah angkatan kerja di Cimahi juga turun," kata Windi Pramudyawardani, Senin (7/12/2021).
Windi mengatakan bahwa jumlah pengangguran di Kota Cimahi sendiri sempat naik drastis ketika pandemi Covid-19 mewabah pada awal 2020.
Jumlah peningkatan ini bahkan menempati urutan terbesar kedua dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Baca juga: Tiap Bulan, Kasus Peredaran Narkoba di Bandung Barat dan Kota Cimahi Meningkat, Ini Kata Polisi
Sementara memasuki tahun 2021, kata Windi, jumlah pengangguran di Kota Cimahi tidak mengalami penambahan.
Namun meski bertambah, hal ini tidak mengurangi jumlah pengangguran di Cimahi yang masih menjadi salah satu yang terbesar di Jabar.
"Jumlah pengangguran di Kota Cimahi pada 2021 tidak bertambah dan sudah ada yang mendapat pekerjaan. Tapi hanya sedikit, sehingga TPT Cimahi jadi paling tinggi se-Jabar. Jadi meski TPT Cimahi turun, jumlah penurunannya lebih lambat dibanding TPT di kabupaten kota lain di Jabar yang lebih cepat," katanya.
Satu hal yang menarik, menurut Windi, jumlah pekerja perempuan dan pencari kerja atau pengangguran perempuan justru meningkat. Ini membuktikan peran perempuan dalam angkatan kerja di kondisi pandemi ini justru makin besar.