Tiap Bulan, Kasus Peredaran Narkoba di Bandung Barat dan Kota Cimahi Meningkat, Ini Kata Polisi

asatnarkoba Polres Cimahi, AKP Nasrudin, mengatakan kasus peredaran narkoba tersebut setiap bulan naik rata-rata sekitar 30 persen

shutterstock
ILUSTRASI peredaran narkoba 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT- Peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Cimahi, terutama di daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai diwaspadai polisi.

Hampir setiap bulan, kasus peredaran narkoba terus meningkat Cimahi dan Bandung Barat.

Berdasarkan data Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi, pada Oktober 2021, ada 10 kasus peredaran narkoba berbagai jenis seperti ganja, sabu, tembakau gorila, dan obat-obatan psikotropika.  Pada November naik menjadi 12 kasus.

Kasatnarkoba Polres Cimahi, AKP Nasrudin, mengatakan kasus peredaran narkoba tersebut setiap bulan naik rata-rata sekitar 30 persen. Polisi, ucapnya, sudah mengamankan para tersangka berikut barang buktinya.

"Peningkatannya rata-rata 30 persen, namun kami Satuan Reserse Narkoba akan berupaya terus untuk tidak memberikan kesempatan bagi semua pelaku peredaran narkoba, sekecil apa pun akan kami tindak tegas," ujar Nasrudin di Kota Cimahi, Minggu (5/12/2021).

Baca juga: Polres Cirebon Kota Bongkar Sindikat Peredaran Narkoba Lewat Medsos, Pakai Nama Akun; Yang Tau Aja

Dalam menjalankan aksinya, kata dia, para pengedar narkoba ini menggunakan tiga cara yakni, sistem tempel, bertemu langsung, dan menjual secara online, kemudian dikirimkan oleh kurir kepada semua pemesan.

"Dari tiga modus operandi yang dijalankan pelaku, sekecil apa pun tetap kami lakukan pembelajaran hingga akhirnya kami berhasil melakukan pengungkapan meskipun pelaku menggunakan berbagai teknik," katanya.

Nasruddin mengatakan, pada November polisi mengamankan 12 tersangka dengan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu  217,45 gram, ganja kering 761,77 gram, tembakau sintetis 716,52 gram dan psikotropika 144 butir.

"Dari 12 tersangka itu ada pemain yang lama, dan ada juga pemain yang baru. Wilayah edarnya ada yang di Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung," ucap Nasruddin.

Menurutnya, para tersangka mengaku mengedarkan narkoba kebanyakan karena faktor ekonomi, tapi ada juga tersangka yang hanya ingin mendapatkan narkoba secara cuma-cuma atau gratisan.

"Bahkan dari semua tersangka yang sudah kami amankan, salah satunya ada seorang ibu rumah tangga," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved