Selasa, 7 April 2026

Soal Ancaman Tsunami 8 Meter di Banten, BMKG Tegaskan Bukan Memprediksi

BMKG perlu memberikan klarifikasi karena sepertinya masyarakat mengira kalau akan ada tsunami 8 meter selama periode natal dan tahun baru.

Editor: Ravianto
Grid.ID
ilustrasi tsunami 

TRIBUNJABAR.ID, BANTEN - Heboh isu tsunami 8 meter akan melanda wilayah pantai Provinsi Banten, Badan Meteorologi dan Geofisika atau BMKG memberikan klarifikasi.

BMKG perlu memberikan klarifikasi karena sepertinya masyarakat mengira kalau akan ada tsunami 8 meter selama periode Natal dan Tahun Baru.

Beberapa waktu lalu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati memang memperingatkan adanya potensi tsunami di Cilegon, Banten pada periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Hal ini disampaikan Dwikorita dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama Menteri PUPR dan Menteri Perhubungan.

Dwikorita menyampaikan, potensi tsunami di Cilegon bisa mencapai ketinggian delapan meter.

"Di Cilegon, Banten, itu juga tempat wisata di Selat Sunda, dapat berpotensi skenario terburuk mengalami tsunami dengan ketinggian hingga delapan meter," ujar Dwikorita, Rabu (1/12/2021), seperti diberitakan Tribunnews.

Peringatan dari Dwikorita tersebut lantas menjadi ramai diperbincangkan publik.

Terkait hal itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun memberikan klarifikasinya.

Dalam siaran pers terbarunya, BMKG menyatakan tidak bermaksud memberikan prediksi bahwa akan terjadi tsunami selama periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

BMKG menerangkan, Cilegon hanya sebagai contoh, salah satu wilayah yang rawan dan memiliki potensi tsunami seperti halnya wilayah lain di Indonesia yang memiliki potensi dan catatan sejarah tsunami.

Menurut BMKG, gempa bumi dan tsunami dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, namun tidak dapat dipastikan/diprediksi dengan tepat kapan waktu akan terjadi.

"Berbeda dengan kondisi cuaca yang dapat diprediksi, kejadian gempa bumi dan tsunami belum dapat diprediksi, tetapi dapat dimodelkan potensi bahayanya dengan mengunakan skenario terburuk untuk acuan upaya mitigasi," terang BMKG dalam laman resminya.

Saat ini, BMKG telah memetakan tingkat bahaya sebagian besar pantai rawan tsunami di Indonesia.

Berdasar catatan katalog tsunami BMKG, menunjukkan bahwa di wilayah Indonesia sejak tahun 1608 sudah terjadi tsunami lebih dari 246 kali.

Oleh karenanya, BMKG meminta masyarakat untuk selalu waspada setiap saat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved